- PT Pupuk Indonesia menyalurkan 5,13 juta ton pupuk bersubsidi hingga 12 Juli 2026 demi menjaga ketahanan pangan nasional.
- Percepatan distribusi dilakukan melalui sistem i-Pubers serta regulasi baru guna mempermudah penebusan pupuk bagi para petani Indonesia.
- Transformasi bisnis perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih Rp8,51 triliun pada semester pertama 2026 melalui efisiensi operasional produksi.
SuaraJawaTengah.id - Penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani terus dipercepat. Hingga 12 Juli 2026, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan 5,13 juta ton pupuk bersubsidi atau sekitar 52 persen dari total alokasi nasional sebesar 9,8 juta ton yang ditetapkan pemerintah.
Capaian tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran musim tanam sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, percepatan distribusi didukung penyederhanaan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi melalui implementasi sistem i-Pubers serta penerapan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang membuat proses penebusan pupuk menjadi lebih cepat, mudah, dan tepat sasaran.
Sepanjang 2025, Pupuk Indonesia menyalurkan 8.110.571 ton pupuk bersubsidi atau meningkat 10,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menunjukkan upaya pemerintah dan perusahaan dalam memastikan pupuk bersubsidi tersedia bagi petani di berbagai daerah.
Di balik peningkatan layanan kepada petani tersebut, transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan juga berdampak pada penguatan kinerja keuangan.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Pupuk Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun, tumbuh 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan juga mencatat pendapatan sebesar Rp59,67 triliun serta EBITDA mencapai Rp14,28 triliun, didorong oleh peningkatan volume produksi dan efisiensi operasional.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
"Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara, transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tapi juga untuk kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional," ujar Rahmad.
Baca Juga: Soroti Keluhan Petani Soal Pupuk Subsidi Langka, Begini Solusi Ganjar Pranowo
Menurutnya, penguatan kinerja perusahaan menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan pupuk, meningkatkan kapasitas produksi, serta mendukung berbagai program strategis di sektor pertanian.
Selain memperkuat distribusi pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga tengah menyiapkan revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari penguatan kapasitas produksi nasional.
Dengan kapasitas produksi sekitar 14,8 juta ton per tahun, perusahaan memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas sekaligus menjaga stabilitas pasokan.
Rahmad menegaskan, seluruh transformasi yang dijalankan perusahaan pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani.
"Sejalan dengan agenda transformasi BUMN yang didorong Danantara, semua perubahan struktural ini bermuara pada satu hal, pupuk yang terjangkau dan lebih cepat sampai ke petani, dengan cost yang lebih sehat bagi negara serta menjaga ketahanan pangan," ungkap Rahmad.
Ia menambahkan, pertumbuhan kinerja perusahaan bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi menjadi fondasi agar perusahaan mampu terus mendukung sektor pertanian nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR