- PT Bhimasena Power Indonesia mendukung pelestarian tradisi Sedekah Laut di Desa Kedungsegog, Batang, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
- Tradisi tahunan yang digelar nelayan Roban Barat ini bertujuan mengungkapkan syukur atas hasil laut serta menjaga solidaritas sosial.
- Dukungan perusahaan bertujuan mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar wilayah operasional PLTU Batang guna memastikan keberlanjutan budaya lokal.
SuaraJawaTengah.id - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memperkuat komitmennya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat pesisir melalui dukungan terhadap pelestarian Tradisi Sedekah Laut Roban Barat di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal sekaligus mempererat kolaborasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional PLTU Batang.
Tradisi Sedekah Laut yang digelar setiap bulan Legeno dalam penanggalan Jawa merupakan wujud rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut, rezeki, dan keselamatan yang diterima selama satu tahun.
Selain menjadi warisan budaya yang terus dijaga, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperkuat solidaritas sosial, serta melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pagelaran wayang kulit pada siang hari, dilanjutkan dengan selamatan syukuran sedekah bumi dan prosesi larung sesaji sebagai simbol ungkapan syukur masyarakat nelayan.
Acara kemudian ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh Ki Aditya Sabdo Anindhito, S.Sn., dari Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Melalui program CSR, BPI turut mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.
Panitia penyelenggara, Eni Setiono, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin dengan BPI.
"Kami tinggal dan mencari nafkah di Dukuh Roban Barat, Desa Kedungsegog, yang letaknya berseberangan dengan Roban Timur dan hanya dipisahkan oleh aliran Sungai Roban. Sebagian besar masyarakat di sini menggantungkan hidup dari hasil laut. Alhamdulillah, hingga saat ini kami masih dapat menjalankan aktivitas melaut dan tradisi Sedekah Laut setiap tahunnya menjadi wujud rasa syukur kami atas rezeki dan keselamatan yang diberikan Allah SWT. Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin antara masyarakat, pemerintah, dan PT Bhimasena Power Indonesia dapat terus dipertahankan melalui komunikasi dan kolaborasi yang saling mendukung demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat pesisir."
Baca Juga: 6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Kedungsegog, Rusbad, yang menilai dukungan BPI membuat tradisi Sedekah Laut terus terjaga dari tahun ke tahun.
"Saya selaku Kepala Desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Bhimasena Power Indonesia atas dukungannya terhadap penyelenggaraan tradisi Sedekah Laut di desa kami. Alhamdulillah, kegiatan ini setiap tahunnya selalu berlangsung meriah dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dukungan dari BPI sangat dirasakan oleh warga sehingga tradisi Sedekah Laut dapat terus dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat."
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang, Teguh Tarmudjo, mengatakan Sedekah Laut merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat nelayan.
"Hari ini kita telah melaksanakan kegiatan Sedekah Laut bagi masyarakat nelayan Roban Barat sebagai bentuk rasa syukur atas aktivitas melaut selama satu tahun terakhir yang diwujudkan melalui larung sesaji. Harapannya, di tahun-tahun mendatang para nelayan senantiasa diberikan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan hasil tangkapan yang melimpah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk PT Bhimasena Power Indonesia yang selama ini selalu memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat nelayan."
General Manager Stakeholder Relations PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, mengatakan partisipasi perusahaan dalam mendukung penyelenggaraan Sedekah Laut merupakan bagian dari komitmen BPI untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan menjaga keharmonisan dengan lingkungan sekitar wilayah operasional PLTU Batang.
"Bagi PT Bhimasena Power Indonesia, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari keandalan operasional pembangkit, tetapi juga dari kuatnya hubungan dan kepercayaan yang terbangun bersama masyarakat. Tradisi Sedekah Laut merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai syukur, gotong royong, dan kebersamaan. Karena itu, kami merasa bangga dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi ini."
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
35 SD Negeri di Temanggung Sepi Peminat, Satu Sekolah Nihil Murid Baru
-
Akses Pupuk Bersubsidi Diklaim Makin Mudah, Penyaluran Capai 5,13 Juta Ton
-
BPI Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat Pesisir Lewat Pelestarian Tradisi Sedekah Laut Roban
-
BRI Perkuat Kontribusi Fiskal, Pajak dan Dividen Capai Rp19,1 Triliun
-
Bersama Danantara, BRI Perkuat Kontribusi Pajak untuk Pembangunan Nasional