- Pemerintah dan Keraton Surakarta akan merevitalisasi 11 kawasan bersejarah mulai Agustus 2026 hingga Desember 2026 mendatang.
- Tahap awal fokus pada kawasan Keputren serta penataan ulang Museum Keraton dengan standar internasional bagi pengunjung.
- Proyek ini bertujuan melestarikan bangunan bersejarah, memperkuat fungsi edukasi budaya, serta meningkatkan daya tarik destinasi wisata.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintah bersama Keraton Kasunanan Surakarta akan memulai revitalisasi besar-besaran terhadap 11 kawasan bersejarah di lingkungan Keraton mulai Agustus 2026.
Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan yang mulai menua, tetapi juga menyiapkan museum dengan standar internasional untuk memperkuat fungsi Keraton sebagai pusat budaya, pendidikan, sekaligus destinasi wisata sejarah.
Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), mengatakan revitalisasi akan dimulai dari kawasan Keraton Kulon (Keputren) dan Kantor KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai tahap awal.
"Ada 11 titik di keraton yang akan direvitalisasi," ujar Gusti Moeng usai sosialisasi program revitalisasi di Sasana Handrawina, Jumat (17/7/2026).
Sebanyak 11 lokasi yang masuk program revitalisasi meliputi museum, Pagelaran, Sitihinggil, Panti Pidono, Kasentanan, Kamandungan, Keraton Kulon, Keputren, Magangan, hingga sejumlah kawasan pendukung lainnya yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Pada tahap pertama, pekerjaan dipusatkan di kawasan Keputren atau Keraton Kulon, salah satu area paling penting di kompleks Keraton Surakarta.
Selain itu, revitalisasi juga menyasar Museum Keraton dengan penataan ruang pamer berstandar internasional agar koleksi benda-benda bersejarah dapat ditampilkan secara lebih representatif sesuai kaidah permuseuman modern.
"Fokus awal memang kawasan Keputren atau Keraton Kulon termasuk Museum Keraton juga," katanya.
Menurut Gusti Moeng, revitalisasi kali ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan-kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan edukasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga: 5 Kritik Timoer Rumbai Terhadap Langkah Mangkubumi Menobatkan Diri sebagai PB XIV
Program revitalisasi ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan, sehingga seluruh pekerjaan diharapkan selesai pada Desember 2026.
"Waktunya hanya empat bulan, diharapkan Desember nanti bisa selesai," ungkapnya.
Sementara itu, Juru Bicara KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Kanjeng Pakoenegoro, mengatakan persiapan revitalisasi kini telah memasuki tahap akhir sehingga pekerjaan fisik akan mulai berlangsung intensif pada Agustus mendatang.
"Revitalisasi akan semakin mulai intens dilanjutkan bulan Agustus nanti. Artinya persiapannya sudah cukup dekat dan matang," ujarnya.
Ia menjelaskan, revitalisasi Museum Keraton diperkirakan dilakukan secara menyeluruh hingga bagian atap. Karena itu, seluruh koleksi benda cagar budaya, termasuk pusaka-pusaka Keraton, akan dipindahkan sementara ke lokasi yang aman.
"Ini sedang dimusyawarahkan di mana tempat yang paling tepat, aman dan terpantau untuk benda-benda cagar budaya di museum," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter
-
Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting