- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perbaikan Jalan Randublatung-Cepu, Blora, rampung menggunakan konstruksi beton akhir tahun 2026.
- Proyek infrastruktur senilai Rp34 miliar tersebut bertujuan memperlancar mobilitas warga serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Blora.
- Dinas PUPR Jawa Tengah mengalokasikan anggaran melalui APBD dan mengusulkan program Instruksi Presiden Jalan Daerah demi percepatan.
“Terima kasih Pak Gubernur Ahmad Luthfi. Semoga tahun ini benar-benar tuntas dan bermanfaat bagi masyarakat Blora,” katanya.
Dukungan juga datang dari para pengguna jalan. Tomi, sopir truk yang rutin melintasi jalur tersebut, berharap kualitas pekerjaan benar-benar diperhatikan mengingat tingginya volume kendaraan berat.
“Senang sekali. Yang penting perbaikannya maksimal karena jalan ini sering dilewati kendaraan berat,” ujarnya.
Sementara itu, Sri Sulastri, warga Desa Gedangpecici, mengatakan kerusakan jalan selama ini kerap menyebabkan kemacetan, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah.
“Alhamdulillah senang banget kalau diperbaiki. Semoga lancar dan cepat selesai,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan perbaikan jalan di ruas jalan Randublatung-Cepu harus selesai dikerjakan tahun ini. Ia menekankan agar jalan harus segera mulus tanpa lubang.
Ahmad Luthfi meminta pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara profesional, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, perbaikan ruas Cepu-Randublatung menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Bagi Ahmad Luthfi, penanganan jalan rusak di wilayah Jateng menjadi prioritas. Ia bahkan mengambil langkah cepat.
Baca Juga: Pemprov Jateng Pastikan Penanganan, Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahapan Lelang
Tanpa menunggu APBD Perubahan 2026 yang baru dibahas pada September mendatang, Pemprov Jawa Tengah merealokasi anggaran sekitar Rp200 miliar guna memperbaiki ruas-ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan berat.
Kebijakan itu diambil menyusul turunnya tingkat kemantapan jalan provinsi akibat musim hujan berkepanjangan yang berlangsung hingga awal tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja
-
Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang