- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan rusak agar mobilitas ekonomi masyarakat kembali lancar.
- Gubernur Jawa Tengah menginstruksikan penggunaan anggaran daerah untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan selama musim kemarau berlangsung saat ini.
- Pemerintah daerah diminta bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat perbaikan jalan demi meningkatkan keselamatan pengguna lalu lintas.
SuaraJawaTengah.id - Perbaikan jalan rusak di Jawa Tengah harus menjadi prioritas untuk segera diselesaikan.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah tak ingin masyarakat sebagai pengguna jalan terus-terusan mengeluh soal jalan berlubang, apalagi sampai membahayakan nyawa.
“Karena jalan memiliki peran fundamental bagi masyarakat sebagai urat nadi kehidupan yang mendukung mobilitas, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi,” ungkapnya.
Keberadaan infrastruktur ini, jelasnya, secara signifikan memangkas waktu tempuh, menekan biaya logistik, dan meratakan pembangunan antarwilayah
“Meskipun jalur utama dan jalan nasional sudah mayoritas mulus, perbaikan untuk titik-titik berlubang pasca musim hujan, serta ruas jalan kabupaten tertentu terus dikebut,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah menambahkan, saat ini sudah masuk kemarau. Karena itu dia berharap, perbaikan segera dijalankan.
“Mungkin ada yang masih tahapan lelang. Namun kita ingin segera diselesaikan, sehingga memaksimalkan musim kemarau ini untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak,” katanya.
Kakung pun menyambut baik langkah Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang menginstruksikan koreksi Anggaran Perubahan 2026 untuk prioritas pembangunan jalan. Termasuk, menekankan pokok-pokok pikiran (Pokir) usulan anggaran di DPRD Jateng wajib untuk infrastruktur jalan.
Kakung tak memungkiri, perbaikan jalan kali ini bias dipengaruhi oleh harga material yang cukup lebih tinggi dibanding sebelumnya. Sebab, situasi global membuat kenaikan sejumlah barang material, termasuk untuk kebutuhan perbaikan jalan.
Baca Juga: Kedok Umrah Ramadan Berujung Petaka, Biro Travel di Temanggung Gasak Uang Jemaah hingga Rp3 Miliar
“Boleh saja melakukan penghitungan ulang, namun tentunya penanganan jalan harus tetap bisa dilakukan. Dan yang paling penting tentunya menjaga kualitas pekerjaan dalam perbaikan jalan ini,” tegas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung menegaskan, masyarakat membutuhkan langkah nyata. Sebab, kerusakan jalan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, menghambat distribusi barang, serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Perbaikan jalan nasional memang menjadi kewenangan pemerintah pusat, tetapi kepala daerah harus aktif berkoordinasi. Paling tidak ada sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan jalan yang rusak,” bebernya.
Kakung pun mengajak pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat memperkuat koordinasi untuk mempercepat penanganan jalan rusak yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Semua pihak harus berkoordinasi dan bergotong royong agar persoalan jalan rusak bisa segera tertangani,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
BRImo Taiwan Menang Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Layani Kebutuhan Finansial Diaspora
-
PSIS Diuji Mental di Laga Perdana Championship, PSPS Datang dengan Modal Dua Pekan di Semarang
-
Wartawan Diusir Saat Liput Kasus Keracunan MBG di Rembang, PWI Jateng Buka Suara
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur dan Minim Sinyal, Kepala Unit BRI Temui Pelaku UMKM
-
Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis di Pati Meluas, Tiga Sekolah Terdampak