Karyawan BRI Kantor Cabang Semarang A.Yani saat mengikuti pelatihan menghadapi potensi bencana banjir dan kebakaran. [Dok BRI]
Baca 10 detik
- BRI Semarang A. Yani mengadakan sosialisasi Business Continuity Management terkait penanganan banjir dan kebakaran bagi seluruh unit kerja.
- Kegiatan tersebut melibatkan Basarnas untuk memberikan pelatihan mitigasi risiko, prosedur evakuasi, serta penggunaan alat pemadam api ringan.
- Upaya ini bertujuan memastikan ketahanan operasional dan keberlangsungan layanan perbankan tetap optimal bagi nasabah dalam kondisi darurat.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BRI dalam membangun ketahanan operasional yang tangguh, sehingga setiap potensi gangguan dapat direspons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi demi menjaga kepercayaan serta kenyamanan nasabah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
BRI Semarang A. Yani Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Demi Jaga Layanan Nasabah
-
BRI Permudah Investasi Emas, Fitur Toggle BRImo Mulai dari Rp10.000
-
Ketegangan di Semarang: Mahasiswa Bakar Jelangkung dan Ban, Desak Reformasi Pemerintahan Prabowo
-
Jambore HR 2026, Mengedepankan Fun Learning melalui Experience Based Program
-
Jual-Beli Jabatan Terbongkar, Sudewo Didakwa Raup Rp2,4 Miliar dari Seleksi Perangkat Desa