Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:15 WIB
Suasana Akademi Kepolisian (Akpol) di Kota Semarang. [Suara.com/Eka Setiawan]
Baca 10 detik
  • Taruna Akpol berinisial AMM asal Papua Barat Daya diduga bunuh diri di Gedung Hoegeng Semarang, Kamis (30/7/2026).
  • Korban melompat dari lantai tiga gedung tersebut saat berlangsungnya kegiatan pengecekan jumlah peserta apel malam.
  • Petugas Polrestabes Semarang yang didukung Polda Jateng kini sedang menyelidiki insiden tragis yang menimpa korban.

SuaraJawaTengah.id - Taruna Akademi Kepolisian yang meninggal dunia diduga bunuh diri berangkat dari pengiriman Polda Papua Barat Daya, tahun 2026 ini.

Informasi yang dihimpun, korban berinisial AMM (19). TKP insiden itu di Gedung Herving Hoegeng, Kompleks Akpol, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Kamis (30/7/2026) malam selepas Isya.

Kronologi yang didapat, taruna dan taruni total sebanyak orang berkegiatan di sana sejak sore, kemudian bersih-bersih, menunaikan ibadah, kemudian makan.

Saat apel malam, komandan melakukan cek jumlah namun kurang 1 orang. Setelah dicari, dia berada di lantai 3, kemudian melompat ke bawah.

Korban sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Akpol, namun nyawanya tak tertolong. Jenazah disemayamkan di sana.

"Loncat dari lantai 3 Gedung Werving (Hoegeng), asal Papua Barat Daya, kejadian saat apel malam," kata sumber di lapangan.

Petugas Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang menyelidiki insiden ini, dibackup Polda Jateng.

Diketahui total Taruna Taruni Akpol yang lolos seleksi tingkat nasional yang digelar Juli 2026 ini sebanyak 350 orang. Terinci 320 laki-laki, 30 perempuan.

Gedung Werving Hoegeng sendiri memang jadi lokasi seleksi tingkat pusat Calon Taruna Akpol maupun Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Kegiatan setelah seleksi juga salah satunya dilakukan di sana.

Baca Juga: Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani

Gedung 3 lantai yang tak jauh dari Gedung Serba Guna dan Rumah Sakit Bhayangkara Akpol itu tergolong baru. Bercat putih dan atap berwarna cokelat. Di bagian depan masuk kompleks gedung rutin ada penjagaan dari Provost setempat. 

Kontributor : Eka Setiawan

Load More