- Ratusan warga di tiga desa wilayah Kabupaten Purbalingga mengalami krisis air bersih sejak memasuki musim kemarau 2026.
- Kerusakan sumber air akibat bencana banjir dan longsor sebelumnya menyebabkan warga kesulitan mengakses kebutuhan air sehari-hari.
- BPBD Purbalingga telah menyalurkan bantuan 20.000 liter air bersih untuk meringankan beban 398 jiwa warga yang terdampak.
SuaraJawaTengah.id - Musim kemarau 2026 baru mulai berlangsung, namun ratusan warga di tiga desa di Kabupaten Purbalingga sudah menghadapi krisis air bersih.
Kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa ancaman kekeringan tahun ini perlu mendapat perhatian serius, terutama di wilayah pegunungan yang sumber airnya terganggu akibat bencana sebelumnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga mencatat sedikitnya tiga desa mulai terdampak kekeringan, yakni Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja serta Desa Wanogara Wetan di Kecamatan Rembang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Revon Haprindiat mengatakan, dua desa di lereng Gunung Slamet bahkan telah menerima bantuan air bersih karena warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Yang sudah melaporkan dan dilakukan dropping bantuan air yakni Desa Serang dan Desa Kutabawa. Sedangkan Desa Wanogara Wetan baru melaporkan dan belum dilakukan distribusi karena penampung airnya belum siap,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Revon, kekeringan yang terjadi tidak semata-mata dipicu minimnya curah hujan. Sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga juga terdampak banjir dan longsor beberapa waktu lalu sehingga akses menuju mata air tertutup.
Akibatnya, warga harus berjalan sejauh satu hingga dua kilometer hanya untuk mendapatkan air bersih.
Kondisi tersebut paling dirasakan warga Desa Serang dan Kutabawa yang berada di kawasan lereng Gunung Slamet dengan ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Wilayah yang selama ini dikenal berhawa sejuk itu kini justru mulai mengalami kesulitan air saat kemarau belum mencapai puncaknya.
Sebagai langkah darurat, BPBD menyalurkan sebanyak 20.000 liter air bersih pada 19 Juni 2026. Sebanyak 10.000 liter dikirim ke Desa Kutabawa dan 10.000 liter lainnya disalurkan ke Dusun Gunungmalang, Desa Serang.
Baca Juga: UMKM Jadi Fondasi Ekonomi, Ahmad Luthfi Tekankan Penguatan Pembiayaan
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sedikitnya 102 kepala keluarga atau sekitar 398 jiwa yang terdampak kekeringan.
Revon mengatakan, BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan karena potensi kekeringan diperkirakan masih akan meluas seiring berlangsungnya musim kemarau.
“Musim kemarau masih berlangsung dan kami terus memonitor wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih. Jika ada laporan baru, bantuan akan segera kami salurkan,” katanya.
Ia berharap bantuan air bersih yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi langkah awal mitigasi menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan puncak musim kemarau yang masih beberapa waktu lagi, kondisi di tiga desa tersebut menjadi peringatan dini bahwa sejumlah wilayah di Purbalingga berpotensi menghadapi krisis air lebih luas apabila tidak segera diantisipasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!
-
Tiga Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Jalani Tes DNA di Solo, Menanti Kepastian Identitas
-
Diduga Intip dan Merekam Wanita di Kamar Mandi GOR Sritex Arena, Pria Ini Diamankan Polisi
-
Viral Mobil Mewah Halangi Ambulans di Solo, Sosok Pengemudinya Bikin Geleng-geleng
-
Stunting Jateng Turun Jadi 9,93 persen, Ahmad Luthfi Jadikan Demak dan Semarang Percontohan Nasional