- Peternak ayam di Kabupaten Temanggung merugi karena harga telur anjlok hingga Rp18.000 akibat lemahnya daya beli masyarakat.
- Biaya pakan yang tetap tinggi menyebabkan kerugian mencapai 35 persen bagi 300 peternak anggota koperasi KPUS setempat.
- Peternak mendesak pemerintah memberikan intervensi pasar, distribusi pakan, serta penyerapan telur untuk menjaga keberlangsungan usaha peternakan nasional.
SuaraJawaTengah.id - Peternak ayam petelur di Kabupaten Temanggung tengah menghadapi masa sulit. Harga telur ayam ras anjlok hingga hanya Rp17.000–Rp18.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram. Kondisi ini membuat banyak peternak merugi setiap hari dan mulai kesulitan mempertahankan usahanya.
Di tengah harga jual yang terus merosot, biaya produksi justru masih tinggi akibat mahalnya pakan. Akibatnya, para peternak kini berada dalam posisi serba sulit: mempertahankan ayam berarti terus menanggung kerugian, sementara menjual ayam petelur lebih awal juga tidak menyelesaikan masalah karena harga ayam afkir ikut terpuruk.
Bendahara Koperasi Peternakan Unggas Sejahtera (KPUS) Sektor Temanggung, Buyung Adi Nugraha, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung hampir satu bulan dan semakin menggerus kemampuan peternak untuk bertahan.
"Harga minimal agar peternak masih bisa bertahan berada di kisaran Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram sesuai HAP pemerintah. Dengan harga sekarang, teman-teman peternak mengalami kerugian yang semakin dalam karena dibarengi kenaikan harga pakan," katanya dikutip dari ANTARA pada Rabu (1/7/2026).
Menurut Buyung, merosotnya harga telur dipicu melemahnya daya beli masyarakat serta berkurangnya penyerapan telur setelah sejumlah program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki masa libur. Dampaknya, stok telur menumpuk di tingkat peternak sementara permintaan terus melemah.
Ia menyebut tren penurunan harga terjadi hampir setiap hari selama sebulan terakhir. Pada peternakan dengan produktivitas yang kurang efisien, kerugian bahkan diperkirakan mencapai 30 hingga 35 persen.
Sebagian peternak akhirnya memilih melakukan afkir dini atau mengurangi populasi ayam petelur untuk menekan biaya operasional. Namun langkah itu juga tidak memberikan jalan keluar karena harga ayam afkir ikut anjlok menjadi hanya Rp11.000–Rp12.000 per kilogram, atau sekitar Rp20.000 per ekor, jauh di bawah harga normal.
"Posisinya sekarang serba sulit. Mau mempertahankan ayam rugi karena harga telur rendah, tetapi diafkir juga rugi karena harga ayam afkir ikut jatuh," ujar Buyung.
Di Kabupaten Temanggung, sekitar 300 peternak anggota KPUS memproduksi 100 hingga 150 ton telur setiap hari. Sementara konsumsi masyarakat lokal hanya berkisar 70 hingga 80 ton per hari, sehingga kelebihan produksi harus dipasarkan ke berbagai daerah.
Baca Juga: Investasi Bodong Rp25 Miliar Terbongkar di Banyumas, Modus Janjikan Untung Besar
Melihat kondisi tersebut, para peternak mendesak pemerintah segera turun tangan sebelum semakin banyak usaha peternakan yang tumbang.
Mereka mengusulkan percepatan distribusi jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), kemudahan impor bahan baku pakan, serta mengaktifkan kembali program penyerapan telur untuk penanganan stunting seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.
Para peternak mengingatkan, tanpa intervensi pasar dan kebijakan yang cepat, harga telur yang terus berada di bawah biaya produksi berpotensi memaksa banyak peternak menghentikan usahanya. Jika itu terjadi, bukan hanya peternak yang terdampak, tetapi juga pasokan telur nasional dalam jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona
-
Video Remaja Acungkan Celurit di Underpass Joglo Viral, Polisi Amankan Dua Pelajar
-
Jenazah Dua Korban Kapal Virgo Transport 8 di Kudus, Kakak Adik Masih Terpisah
-
Jaksa Soroti THR Rp568 Juta, Bupati Nonaktif Cilacap Syamsul Auliya Rachman Dituntut 7 Tahun Penjara
-
Nekat! Pelajar SMP di Magelang Rampok dan Aniaya Guru Sendiri Pakai Linggis