Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:52 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah.
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah menyatakan kecerdasan buatan harus memperkuat ekonomi rakyat dan konstitusi.
  • Teknologi ini wajib meningkatkan produktivitas petani, nelayan, UMKM, serta memperluas akses pendidikan generasi muda.
  • Pemanfaatan inovasi global tersebut harus diimbangi tanggung jawab moral, etika, dan literasi digital yang baik.

SuaraJawaTengah.id - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan harus diarahkan untuk memperkuat ekonomi rakyat dan mewujudkan amanat konstitusi.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, perkembangan AI bukan hanya sekadar menjadi simbol kemajuan teknologi saja.

"Tetapi, bagaimana AI harus menjadi instrumen yang mempercepat pelayanan, memperluas akses pendidikan, meningkatkan produktivitas petani dan nelayan, memperkuat UMKM, serta membuka kesempatan bagi generasi muda,” ungkapnya.

Kata Kakung, sapaan akrab Sarif, bangsa ini tengah menghadapi perubahan besar akibat pesatnya perkembangan AI, robotika, dan ekonomi digital yang mengubah cara manusia bekerja, berproduksi, hingga mengambil keputusan.

"Perubahan tersebut, tidak dapat dihindari sehingga seluruh elemen bangsa harus mampu beradaptasi," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah ini.

Kakung menegaskan, semua tidak boleh takut pada perubahan. Hal yang harus ditakutkan yaitu ketika perubahan membuat semua meninggalkan jati diri bangsa.

"Kita harus adaptif terhadap inovasi, tetapi tidak boleh kehilangan keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya.

Kakung juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi oleh bangsa ini. Namun dia tidak ini hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi harus mampu menghasilkan inovasi.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah.

"Kita ingin AI menjadi milik petani yang ingin meningkatkan hasil panennya, milik nelayan yang ingin membaca cuaca lebih akurat, milik pelaku UMKM yang ingin menembus pasar lebih luas, serta milik santri, mahasiswa, guru, dan generasi muda yang ingin menciptakan masa depan melalui inovasi,” imbuh legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Baca Juga: Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026

Hal tak kalah penting, lanjut Kakung, adalah menyeimbangkan manfaat teknologi dengan tanggung jawab moral dan sosial. AI seharusnya menjadi mitra untuk meningkatkan kemampuan manusia, bukan menggantikannya.

"Dengan literasi digital yang baik, kesadaran etika, dan kebijakan perlindungan data yang kuat, AI dapat digunakan untuk memperkuat kreativitas, produktivitas, dan kesejahteraan manusia," tandasnya.

Load More