- Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah menyatakan kecerdasan buatan harus memperkuat ekonomi rakyat dan konstitusi.
- Teknologi ini wajib meningkatkan produktivitas petani, nelayan, UMKM, serta memperluas akses pendidikan generasi muda.
- Pemanfaatan inovasi global tersebut harus diimbangi tanggung jawab moral, etika, dan literasi digital yang baik.
SuaraJawaTengah.id - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan harus diarahkan untuk memperkuat ekonomi rakyat dan mewujudkan amanat konstitusi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, perkembangan AI bukan hanya sekadar menjadi simbol kemajuan teknologi saja.
"Tetapi, bagaimana AI harus menjadi instrumen yang mempercepat pelayanan, memperluas akses pendidikan, meningkatkan produktivitas petani dan nelayan, memperkuat UMKM, serta membuka kesempatan bagi generasi muda,” ungkapnya.
Kata Kakung, sapaan akrab Sarif, bangsa ini tengah menghadapi perubahan besar akibat pesatnya perkembangan AI, robotika, dan ekonomi digital yang mengubah cara manusia bekerja, berproduksi, hingga mengambil keputusan.
"Perubahan tersebut, tidak dapat dihindari sehingga seluruh elemen bangsa harus mampu beradaptasi," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah ini.
Kakung menegaskan, semua tidak boleh takut pada perubahan. Hal yang harus ditakutkan yaitu ketika perubahan membuat semua meninggalkan jati diri bangsa.
"Kita harus adaptif terhadap inovasi, tetapi tidak boleh kehilangan keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya.
Kakung juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi oleh bangsa ini. Namun dia tidak ini hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi harus mampu menghasilkan inovasi.
"Kita ingin AI menjadi milik petani yang ingin meningkatkan hasil panennya, milik nelayan yang ingin membaca cuaca lebih akurat, milik pelaku UMKM yang ingin menembus pasar lebih luas, serta milik santri, mahasiswa, guru, dan generasi muda yang ingin menciptakan masa depan melalui inovasi,” imbuh legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026
Hal tak kalah penting, lanjut Kakung, adalah menyeimbangkan manfaat teknologi dengan tanggung jawab moral dan sosial. AI seharusnya menjadi mitra untuk meningkatkan kemampuan manusia, bukan menggantikannya.
"Dengan literasi digital yang baik, kesadaran etika, dan kebijakan perlindungan data yang kuat, AI dapat digunakan untuk memperkuat kreativitas, produktivitas, dan kesejahteraan manusia," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Pasar Otomotif Jateng Menguat, Astra Financial Perluas Akses Pembiayaan di GIIAS Semarang
-
Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965
-
Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah
-
Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona
-
Video Remaja Acungkan Celurit di Underpass Joglo Viral, Polisi Amankan Dua Pelajar