- Fenomena embun es muncul di Dataran Tinggi Dieng pada musim kemarau dengan suhu mencapai minus enam derajat Celsius.
- Dinas Pariwisata Banjarnegara mencatat peningkatan jumlah wisatawan secara signifikan akibat daya tarik kristal es di lokasi wisata.
- Kejadian alam rutin selama Juli hingga Agustus ini berpotensi merusak tanaman pertanian milik warga di kawasan Dieng.
SuaraJawaTengah.id - Fenomena embun es atau embun upas kembali menyelimuti Dataran Tinggi Dieng pada puncak musim kemarau. Bahkan suhu udara di kawasan wisata tersebut sempat mencapai minus 6 derajat Celsius, menjadikan hamparan rumput dan tanaman tertutup kristal es tipis yang memikat ribuan wisatawan untuk datang menyaksikan langsung fenomena alam langka itu.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Banjarnegara menyebut kemunculan embun es tahun ini menjadi salah satu daya tarik utama wisata Dieng, terlebih karena bertepatan dengan masa libur sekolah.
Kepala Dinparbud Banjarnegara Tursiman mengatakan embun upas merupakan fenomena alam yang rutin terjadi saat musim kemarau, terutama pada Juli hingga Agustus ketika suhu dini hari turun hingga di bawah titik beku.
"Ini merupakan fenomena alam yang memang terjadi. Biar masyarakat tahu dan wisatawan juga banyak hadir ke sana untuk menikmati suasana ini," katanya, Kamis.
Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya suhu di Dieng umumnya berada di kisaran minus 1 hingga minus 2 derajat Celsius. Namun tahun ini suhu sempat menyentuh minus 6 derajat Celsius, sehingga lapisan kristal es tampak lebih jelas di kawasan Kompleks Candi Arjuna.
Kepala Bidang Kelembagaan, SDM, dan Pemasaran Dinparbud Banjarnegara Eko Sri Wurjani Juniasih mengatakan embun es telah muncul sekitar enam hingga tujuh kali sepanjang musim kemarau 2026.
Fenomena tersebut, kata dia, langsung berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan yang sengaja datang untuk berburu momen langka tersebut.
"Alhamdulillah ini bertepatan dengan liburan sekolah. Kunjungan sangat signifikan naiknya karena terkait isu embun upas. Banyak wisatawan yang tertarik karena fenomena alam ini memang jarang terjadi," ujarnya.
Data Dinparbud menunjukkan kunjungan wisata ke Dieng terus meningkat. Selama Juni 2026 tercatat 131.970 wisatawan berkunjung, sedangkan pada periode 1–9 Juli 2026 jumlahnya telah mencapai 67.421 orang.
Baca Juga: Pesona Magis Ruwatan Rambut Gimbal Dieng, Ribuan Wisatawan Terpukau di Puncak DCF 2025
Embun upas atau embun es sendiri merupakan lapisan kristal es tipis yang terbentuk di permukaan rumput, daun, dan tanaman akibat suhu udara yang turun di bawah titik beku pada malam hingga dini hari. Meski menjadi daya tarik wisata, fenomena ini juga dapat merusak tanaman pertanian, terutama kentang dan sayuran yang banyak dibudidayakan warga Dieng.
Dinparbud berharap suhu dingin masih bertahan hingga pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF) 2026 pada 28–30 Agustus mendatang sehingga fenomena embun es dapat menjadi atraksi alam tambahan yang semakin memperkuat daya tarik wisata Dieng.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Suhu Semarang Diprakirakan Tembus 36 Derajat, Warga Perlu Antisipasi Cuaca Siang Hari
-
Semen Gresik Kenalkan Dunia Kerja Industri kepada Puluhan Mahasiswa Prodi Fisika UAD Yogyakarta
-
Ditinggal 15 Menit, Balita di Pati Tewas Terbakar, Obat Nyamuk Diduga Jadi Pemicu
-
Kapolda Jateng Ancam PTDH Polisi yang Bekingi Judi dan Narkoba
-
AKBP Condro Sasongko, Polisi Jenaka Kini Dipercaya Pimpin Polresta Solo