Budi Arista Romadhoni
Kamis, 09 Juli 2026 | 15:48 WIB
Hamparan embun beku atau embun upas menyelimuti Dataran Tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026) pagi. [ANTARA/HO-UPTD Dieng]
Baca 10 detik
  • Fenomena embun es muncul di Dataran Tinggi Dieng pada musim kemarau dengan suhu mencapai minus enam derajat Celsius.
  • Dinas Pariwisata Banjarnegara mencatat peningkatan jumlah wisatawan secara signifikan akibat daya tarik kristal es di lokasi wisata.
  • Kejadian alam rutin selama Juli hingga Agustus ini berpotensi merusak tanaman pertanian milik warga di kawasan Dieng.

SuaraJawaTengah.id - Fenomena embun es atau embun upas kembali menyelimuti Dataran Tinggi Dieng pada puncak musim kemarau. Bahkan suhu udara di kawasan wisata tersebut sempat mencapai minus 6 derajat Celsius, menjadikan hamparan rumput dan tanaman tertutup kristal es tipis yang memikat ribuan wisatawan untuk datang menyaksikan langsung fenomena alam langka itu.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Banjarnegara menyebut kemunculan embun es tahun ini menjadi salah satu daya tarik utama wisata Dieng, terlebih karena bertepatan dengan masa libur sekolah.

Kepala Dinparbud Banjarnegara Tursiman mengatakan embun upas merupakan fenomena alam yang rutin terjadi saat musim kemarau, terutama pada Juli hingga Agustus ketika suhu dini hari turun hingga di bawah titik beku.

"Ini merupakan fenomena alam yang memang terjadi. Biar masyarakat tahu dan wisatawan juga banyak hadir ke sana untuk menikmati suasana ini," katanya, Kamis.

Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya suhu di Dieng umumnya berada di kisaran minus 1 hingga minus 2 derajat Celsius. Namun tahun ini suhu sempat menyentuh minus 6 derajat Celsius, sehingga lapisan kristal es tampak lebih jelas di kawasan Kompleks Candi Arjuna.

Kepala Bidang Kelembagaan, SDM, dan Pemasaran Dinparbud Banjarnegara Eko Sri Wurjani Juniasih mengatakan embun es telah muncul sekitar enam hingga tujuh kali sepanjang musim kemarau 2026.

Fenomena tersebut, kata dia, langsung berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan yang sengaja datang untuk berburu momen langka tersebut.

"Alhamdulillah ini bertepatan dengan liburan sekolah. Kunjungan sangat signifikan naiknya karena terkait isu embun upas. Banyak wisatawan yang tertarik karena fenomena alam ini memang jarang terjadi," ujarnya.

Data Dinparbud menunjukkan kunjungan wisata ke Dieng terus meningkat. Selama Juni 2026 tercatat 131.970 wisatawan berkunjung, sedangkan pada periode 1–9 Juli 2026 jumlahnya telah mencapai 67.421 orang.

Baca Juga: Pesona Magis Ruwatan Rambut Gimbal Dieng, Ribuan Wisatawan Terpukau di Puncak DCF 2025

Embun upas atau embun es sendiri merupakan lapisan kristal es tipis yang terbentuk di permukaan rumput, daun, dan tanaman akibat suhu udara yang turun di bawah titik beku pada malam hingga dini hari. Meski menjadi daya tarik wisata, fenomena ini juga dapat merusak tanaman pertanian, terutama kentang dan sayuran yang banyak dibudidayakan warga Dieng.

Dinparbud berharap suhu dingin masih bertahan hingga pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF) 2026 pada 28–30 Agustus mendatang sehingga fenomena embun es dapat menjadi atraksi alam tambahan yang semakin memperkuat daya tarik wisata Dieng.

Load More