Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:49 WIB
Ketua Komisi Kejaksaan RI Prof Pujiyono Suwadi dalam Ngobrol Inspiratif Bersama Anak Muda di Pendopo Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang digelar Gerakan Solusi Indonesia bersama dengan Kejaksaan Negeri Purwokerto, Bank Jateng Cabang Purwokerto dan Pemkab Banyumas, pada Jumat (17/7/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Ketua Komisi Kejaksaan RI mendorong generasi muda Indonesia agar lebih solutif dan tangguh demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
  • Kejari Purwokerto menggiatkan edukasi hukum melalui berbagai program untuk mencegah dampak negatif kejahatan siber bagi kalangan generasi muda.
  • Pemkab Banyumas mendukung kemandirian anak muda dengan menyediakan fasilitas etalase pertanian modern untuk mendorong inovasi sektor ekonomi kreatif.

Slamet menegaskan pendekatan preventif menjadi prioritas Kejaksaan dalam membangun kesadaran hukum masyarakat.

"Kami percaya bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan. Karena itu, Kejaksaan hadir tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pembinaan agar generasi muda mampu menjadi pelopor perubahan yang positif," tegasnya.

Banyumas Siapkan Etalase Pertanian untuk Anak Muda

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan komitmennya mendorong regenerasi petani melalui pembangunan etalase pertanian yang akan dikelola oleh generasi muda.

Program tersebut dipersiapkan sebagai ruang bagi anak muda untuk belajar, berinovasi, sekaligus mengembangkan usaha di sektor pertanian modern.

"Saya punya cita-cita memiliki etalase pertanian yang tanahnya dikelola oleh orang-orang muda. Saya tidak senang kalau tidak dikelola oleh anak muda," ujar Sadewo.

Menurutnya, kemajuan Banyumas tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Karena itu, pemerintah daerah ingin mendorong semakin banyak anak muda menjadi pengusaha, petani modern, inovator, maupun pelaku ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Di hadapan ratusan peserta, Sadewo juga membagikan pengalamannya membangun usaha saat masih kuliah di Yogyakarta. Berasal dari keluarga sederhana, ia memanfaatkan peluang dengan mencetak dan menjual buku kumpulan soal Sipenmaru kepada mahasiswa di berbagai daerah. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berkarya dan memulai usaha.

Ia pun berpesan agar generasi muda tidak pernah berhenti belajar, memanfaatkan teknologi secara produktif, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga: Drama Brankas di Kota Jamu: Ketika 'Setoran' Berakhir dengan Rompi Oranye

Sadewo berharap berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah, termasuk etalase pertanian, mampu melahirkan semakin banyak local hero yang berani berkarya, berinovasi, dan menjadi bagian dari solusi pembangunan Banyumas.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan generasi muda akan menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal sekaligus menciptakan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Load More