Budi Arista Romadhoni
Senin, 20 Juli 2026 | 14:54 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Brebes, Senin (20/7/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • PT Global Dairi Bersama memulai pembangunan peternakan sapi perah terpadu senilai Rp1,2 triliun di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
  • Proyek seluas 710 hektare ini menargetkan populasi 30 ribu ekor sapi untuk mendukung swasembada susu nasional Indonesia.
  • Investasi strategis ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan susu lokal sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah kembali menunjukkan daya tariknya di mata investor. Investasi jumbo senilai Rp1,2 triliun untuk membangun peternakan sapi perah terpadu berkapasitas 30 ribu ekor resmi dimulai di Kabupaten Brebes.

Proyek yang diklaim menjadi salah satu peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara itu diproyeksikan tak hanya memperkuat swasembada susu nasional, tetapi juga membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pedesaan.

Pembangunan peternakan sapi perah terpadu milik PT Global Dairi Bersama di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking), Senin (20/7/2026).

Groundbreaking dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta CEO Saviora Group Ihsan Mulia Putri.

Di atas lahan seluas 710 hektare, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi peternakan sapi perah terpadu berkapasitas 30.000 ekor, lengkap dengan pabrik pengolahan susu, fasilitas pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk, hingga sentra produksi pakan ternak.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai masuknya investasi besar ini menjadi bukti bahwa Jawa Tengah semakin dipercaya sebagai tujuan investasi nasional.

"Ini merupakan peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara. Jadi Jawa Tengah akan lebih swasembada pangan terkait dengan produksi susu. Apalagi didukung juga oleh Menteri Pertanian," kata Ahmad Luthfi.

Menurutnya, investasi tersebut akan menjadi pengungkit baru bagi industri persusuan nasional. Saat ini populasi sapi perah di Jawa Tengah mencapai sekitar 77.566 ekor dengan produksi susu sekitar 78.465 ton per tahun, sedangkan kebutuhan susu mencapai 94.730 ton per tahun.

Dengan beroperasinya peternakan baru tersebut, Jawa Tengah dipastikan tidak lagi bergantung pada pasokan susu dari provinsi lain.

Baca Juga: Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung

"Kebutuhan di Jawa Tengah jelas akan sangat tercukupi dengan adanya investasi ini. Jadi selama ini kita masih membutuhkan susu hampir sekitar 22 ribu ton per tahun, itu masih kita ambil dari provinsi lain. Kalau nanti ini berdiri, sudah berlebih-lebih kita untuk kebutuhan susunya," jelasnya.

Luthfi juga menegaskan bahwa masuknya investasi bernilai besar tersebut memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah tujuan utama investor.

"Jadi, Jawa Tengah sekarang sedang menjadi pusatnya investasi. Baik itu industri padat karya maupun padat modal. Nah, (peternakan) ini termasuk padat modal, satu sisi mengembangkan investasi yang besar sekali, sisi lainnya memberdayakan masyarakat sekitar," ujarnya.

CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, mengatakan pembangunan peternakan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada susu nasional.

Ia menyebut Brebes dipilih karena memiliki potensi agraris yang kuat, didukung tenaga kerja produktif serta komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan investasi.

"Kami memilih Brebes di Jawa Tengah karena melihat potensi agraris yang luar biasa, dan etos kerja masyarakatnya yang tinggi, serta dukungan dari Gubernur dan Bupati yang positif," ujarnya.

Load More