- AMDATARA menanam 250 bibit mangrove di pesisir Jawa Tengah untuk merestorasi lingkungan pesisir.
- DLHK Jawa Tengah mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam pemulihan daerah aliran sungai melalui penanaman mangrove.
- IKAMaT memfasilitasi program adopsi mangrove bagi masyarakat luas guna mendukung pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam DLHK Provinsi Jawa Tengah, Puji Harini, mengatakan kegiatan tersebut menjadi contoh sinergi yang baik dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya air.
"Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, AMDATARA, serta Ikatan Alumni Magister Teknik (IKAMAT) Undip. Kolaborasi seperti ini penting untuk mendukung pemulihan daerah aliran sungai secara menyeluruh," ujar Puji Harini.
Menurutnya, pemilihan mangrove sebagai fokus penanaman bukan tanpa alasan. Mangrove memiliki peran strategis dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi serta mencegah intrusi air laut yang dapat mengganggu kualitas air di daratan.
Ia menjelaskan, intrusi air laut dapat menyebabkan menurunnya kualitas air tanah. Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian, terutama bagi industri yang bergantung pada ketersediaan air bersih, termasuk perusahaan air minum dalam kemasan yang tergabung dalam AMDATARA.
"Fungsi mangrove sangat penting untuk mengurangi intrusi air laut sehingga kualitas air tetap terjaga. Bagi pengelola air atau industri air minum, keberadaan sumber air yang berkualitas menjadi kebutuhan utama karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat," jelasnya.
Puji menambahkan, upaya rehabilitasi lingkungan tidak cukup hanya dilakukan di kawasan hilir atau pesisir. Penanganan juga harus dilakukan secara terpadu mulai dari wilayah hulu, tengah, hingga hilir agar pengelolaan daerah aliran sungai berjalan efektif.
"Tidak mungkin hanya hilir yang ditangani, sementara bagian hulu dan tengah diabaikan. Pengelolaan DAS harus menjadi satu kesatuan agar hasilnya optimal," tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, penanaman mangrove dilakukan bersama kelompok-kelompok masyarakat pengelola mangrove di pesisir Semarang. Menurut Puji, keberadaan kelompok tersebut memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.
Ia menilai konsep yang menggabungkan aspek ekologi dan ekonomi harus terus diperkuat. Masyarakat yang selama ini aktif merawat mangrove perlu memperoleh manfaat ekonomi agar upaya konservasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Baca Juga: Berkedok Mubaligh, Oknum Polisi di Wonogiri Tega Lecehkan Anak Atasannya Sendiri
"Ekologi dan ekonomi harus berjalan beriringan. Ketika masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari kawasan mangrove, maka mereka akan semakin terdorong untuk menjaga kelestarian lingkungan," katanya.
Berbagai produk berbasis mangrove juga mulai dikembangkan oleh masyarakat, seperti batik mangrove hingga kopi mangrove. Produk-produk tersebut diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Selain itu, keterlibatan perguruan tinggi melalui IKAMAT Undip juga dinilai penting dalam mendukung pengembangan kawasan mangrove. Peran akademisi tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga menjadi wadah pertukaran informasi, pengalaman, serta inovasi dalam pengelolaan lingkungan.
Puji berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini terus diperluas sehingga upaya rehabilitasi daerah aliran sungai dan kawasan pesisir di Jawa Tengah dapat berjalan berkesinambungan, sekaligus menjaga ketersediaan sumber daya air bagi masyarakat dan dunia usaha.
Direktur Utama IKAMaT, Ganis Riyan Efendi, mengatakan pihaknya melalui skema Makrotek tidak hanya memfasilitasi penanaman mangrove bagi lembaga atau perusahaan dalam jumlah besar, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk ikut berkontribusi.
"Di skema kami di Makrotek tidak hanya membantu dan memfasilitasi lembaga mana pun untuk menanam dalam jumlah berapa pun. Kami juga membantu yang sifatnya pribadi melalui program adopsi mangrove. Bahkan menanam satu hingga maksimal empat bibit pun akan kami bantu," ujar Ganis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight