Budi Arista Romadhoni
Rabu, 22 Juli 2026 | 20:18 WIB
Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menanam mangrove di Mangkang, Semarang, pada Rabu (22/7/2026).
Baca 10 detik
  • AMDATARA menanam 250 bibit mangrove di pesisir Jawa Tengah untuk merestorasi lingkungan pesisir.
  • DLHK Jawa Tengah mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam pemulihan daerah aliran sungai melalui penanaman mangrove.
  • IKAMaT memfasilitasi program adopsi mangrove bagi masyarakat luas guna mendukung pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam DLHK Provinsi Jawa Tengah, Puji Harini, mengatakan kegiatan tersebut menjadi contoh sinergi yang baik dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya air.

"Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, AMDATARA, serta Ikatan Alumni Magister Teknik (IKAMAT) Undip. Kolaborasi seperti ini penting untuk mendukung pemulihan daerah aliran sungai secara menyeluruh," ujar Puji Harini.

Menurutnya, pemilihan mangrove sebagai fokus penanaman bukan tanpa alasan. Mangrove memiliki peran strategis dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi serta mencegah intrusi air laut yang dapat mengganggu kualitas air di daratan.

Ia menjelaskan, intrusi air laut dapat menyebabkan menurunnya kualitas air tanah. Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian, terutama bagi industri yang bergantung pada ketersediaan air bersih, termasuk perusahaan air minum dalam kemasan yang tergabung dalam AMDATARA.

"Fungsi mangrove sangat penting untuk mengurangi intrusi air laut sehingga kualitas air tetap terjaga. Bagi pengelola air atau industri air minum, keberadaan sumber air yang berkualitas menjadi kebutuhan utama karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat," jelasnya.

Puji menambahkan, upaya rehabilitasi lingkungan tidak cukup hanya dilakukan di kawasan hilir atau pesisir. Penanganan juga harus dilakukan secara terpadu mulai dari wilayah hulu, tengah, hingga hilir agar pengelolaan daerah aliran sungai berjalan efektif.

"Tidak mungkin hanya hilir yang ditangani, sementara bagian hulu dan tengah diabaikan. Pengelolaan DAS harus menjadi satu kesatuan agar hasilnya optimal," tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, penanaman mangrove dilakukan bersama kelompok-kelompok masyarakat pengelola mangrove di pesisir Semarang. Menurut Puji, keberadaan kelompok tersebut memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

Ia menilai konsep yang menggabungkan aspek ekologi dan ekonomi harus terus diperkuat. Masyarakat yang selama ini aktif merawat mangrove perlu memperoleh manfaat ekonomi agar upaya konservasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Baca Juga: Berkedok Mubaligh, Oknum Polisi di Wonogiri Tega Lecehkan Anak Atasannya Sendiri

"Ekologi dan ekonomi harus berjalan beriringan. Ketika masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari kawasan mangrove, maka mereka akan semakin terdorong untuk menjaga kelestarian lingkungan," katanya.

Berbagai produk berbasis mangrove juga mulai dikembangkan oleh masyarakat, seperti batik mangrove hingga kopi mangrove. Produk-produk tersebut diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain itu, keterlibatan perguruan tinggi melalui IKAMAT Undip juga dinilai penting dalam mendukung pengembangan kawasan mangrove. Peran akademisi tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga menjadi wadah pertukaran informasi, pengalaman, serta inovasi dalam pengelolaan lingkungan.

Puji berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini terus diperluas sehingga upaya rehabilitasi daerah aliran sungai dan kawasan pesisir di Jawa Tengah dapat berjalan berkesinambungan, sekaligus menjaga ketersediaan sumber daya air bagi masyarakat dan dunia usaha.

Direktur Utama IKAMaT, Ganis Riyan Efendi, mengatakan pihaknya melalui skema Makrotek tidak hanya memfasilitasi penanaman mangrove bagi lembaga atau perusahaan dalam jumlah besar, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk ikut berkontribusi.

"Di skema kami di Makrotek tidak hanya membantu dan memfasilitasi lembaga mana pun untuk menanam dalam jumlah berapa pun. Kami juga membantu yang sifatnya pribadi melalui program adopsi mangrove. Bahkan menanam satu hingga maksimal empat bibit pun akan kami bantu," ujar Ganis.

Load More