- Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah mendorong pemerintah provinsi memperluas potensi komoditas lokal ke pasar global.
- BPS mencatat nilai ekspor Jawa Tengah periode Januari hingga Juni 2026 naik sebesar 23,53 persen.
- Peningkatan ekspor tersebut didorong oleh pertumbuhan sektor industri pengolahan yang mencapai 18,29 persen secara kumulatif.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintah provinsi Jawa Tengah didorong untuk terus memunculkan ide-ide besar dalam memasarkan berbagai potensi daerah yang ada agar melompat ke pasar internasional.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, selama ini provinsi ini memiliki berbagai komoditas unggulan.
"Tantangannya tentu adalah bagaimana komoditas unggulan itu memberikan nilai tambah dan nilai jual di pasar global," ungkapnya.
Kakung, sapaan akrab Sarif menerangkan, jika hanya diekspor dalam bentuk bahan baku, maka nilai tambah terbesarnya, justru dinikmati oleh industri negara tujuan.
"Karena itu, perlu terus digerakkan bagaimana masing-masing daerah bisa membangun ekosistem industri yang utuh," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng ini.
Kata Kakung, pemerintah provinsi bisa terus mendorong bagaimana daerah bisa mengembangkan pusat riset, hingga laboratorium pengujian berstandar internasional.
"Satu sisi juga bagaimana bisa memperkuat standar pengelolaan limbah, dan sertifikat hijau," terangnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Jateng selama Januari-Juni 2026 mencapai 7.207,69 juta dolar AS, atau naik 23,53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tiga negara tujuan utama ekspor Jawa Tengah masih didominasi Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.
Baca Juga: Gubernur Luthfi Minta Mahasiswa Jangan Cuma Demo: Kritik Harus Berbasis Data!
Secara kumulatif, peningkatan nilai ekspor nonmigas didorong oleh sektor industri pengolahan, yang tumbuh sebesar 18,29%.
Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan serta sektor pertambangan dan lainnya, mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,78% dan 13,19%.
Kakung menyatakan, persaingan global saat ini bukan hanya soal kualitas produk.
"Tapi juga kepatuhan terhadap standar lingkungan dan pengelolaan limbah," tandas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Integrasi STEM dan Nilai Pesantren
-
Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z
-
Ngeri! Macan Kumbang Nyelonong Masuk Permukiman di Batang, Ternak Warga Jadi Korban
-
Ambil Sampel Cari Penyebab Kematian, Polisi Bongkar Makam Sutrimo di Banyumas