Budi Arista Romadhoni
Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:29 WIB
Pondok Mami Sera, singkatan dari Mangunharjo Mandiri Sejahtera. [Suara.com/Budi Arista Romadhoni]
Baca 10 detik
  • Program Mami Sera di Kelurahan Mangunharjo Semarang menyatukan petani dan UMKM dalam ekosistem ekonomi.
  • PT Pertamina memberikan pendampingan serta sarana produksi untuk memperkuat ketahanan pangan warga pesisir.
  • Kolaborasi warga berhasil meningkatkan produksi serta omzet berbagai produk lokal melalui koperasi.

Utami memilih membuat telur asin tanpa menggunakan tawas. Konsekuensinya, daya simpan produk memang lebih pendek. Namun ia meyakini cara tersebut lebih baik untuk konsumen.

Prosesnya pun dilakukan secara sederhana.

Telur bebek yang disetorkan peternak terlebih dahulu dicuci hingga bersih. Setelah itu, telur dibaluri campuran bata merah dan garam dengan komposisi satu banding satu.

Telur kemudian dibungkus satu per satu dan didiamkan selama 15 hari.

Setelah proses pemeraman selesai, telur kembali dicuci, direbus, dan siap dipasarkan.

Dari proses sederhana tersebut, bisnis Utami justru berkembang. Sebelum bergabung dalam Mami Sera, produksi telur asinnya rata-rata sekitar 1.500 butir per bulan.

Kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 2.500 butir per bulan.

Dengan harga jual sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 per butir, peningkatan produksi itu ikut mendorong keuntungan Utami naik sekitar 35 persen.

"Produksinya semakin banyak, omzetnya juga semakin banyak," ujarnya.

Baca Juga: Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kampung 'Gang Presiden' Warga Berkostum Adat Olahan Limbah

Telur asin itu juga tidak berhenti sebagai telur rebus. Kreativitas ibu-ibu membuatnya berkembang menjadi produk lain, salah satunya kerupuk telur asin.

Proses pembuatannya cukup panjang.

Telur asin yang sudah direbus dipisahkan antara putih dan kuningnya. Keduanya kemudian dibuat menjadi adonan berbeda. Adonan putih menjadi bagian luar, sedangkan kuning telur ditempatkan di bagian tengah.

Adonan tersebut digulung menyerupai lontong dan dibungkus daun sebelum dikukus selama satu jam.

Setelah dingin, adonan disimpan di dalam kulkas. Keesokan harinya, adonan dirajang tipis dan dijemur selama dua hari sebelum akhirnya siap digoreng.

Dari telur bebek yang sederhana, lahirlah produk dengan nilai tambah yang jauh lebih tinggi.

Load More