- Mendag Budi Santoso mendorong industri furniture bergabung dalam Trade Expo Indonesia pada Oktober 2026 mendatang.
- Pameran dagang strategis tersebut dijadwalkan berlangsung di ICE BSD City Tangerang untuk memperluas pasar ekspor nasional.
- Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah peserta dan transaksi penjualan melampaui pencapaian gemilang tahun sebelumnya.
SuaraJawaTengah.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong para pelaku industri Furniture dan Home Decor dapat bergabung dan memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) bulan Oktober 2026 nanti.
Karena Trade Expo Indonesia merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pasar ekspor nasional.
"TEI ini menjadi momen penting di tengah berbagai kesepakatan perdagangan internasional yang dilakukan Indonesia seperti EU-CEPA, Perjanjian dagang hingga kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat.
Diharapkan para pelaku industri Furniture dan Home Decor dapat memanfaatkan terbukanya akses pasar tersebut," terangnya saat menghadiri CEO Gathering Solo di Hotel Alila Solo, Kamis (20/8/2026).
Budi mengatakan pada TEI nanti akan ada produk khusus furniture, harapannya furniture ini terus meningkat ekspornya.
Nanti juga di TEI ini ada beberapa jenis buyer (pembeli), jadi buyer yang khusus furniture akan didatangkan. Ini sudah disosialisasikan diberbagai negara, jadi proses penjajakan bisnis akan dimulai sebelum TEI lewat business matching secara daring dulu.
"Sebelum TEI berjalan kita sudah ada business matching dulu dengan pelaku usaha. Karena target kita itu sebelum buyer datang, peserta yang sudah mendaftar kita ikutkan business matching. Jadi mempertemukan secara online dengan calon buyer yang akan datang," ungkap dia.
"Jadi ketika sudah ada di Indonesia, ya otomatis mereka akan terjadi kontrak dagang. Itu harapkan kita dan targetnya bisa lebih bagus," lanjutnya.
Budi menyebut peserta TEI tahun lalu itu mencapai 8.045 peserta. Bahkan transaksinya itu mencapai US$22,8 miliar.
"Mudah-mudahan TEI tahun ini targetnya lebih bagus dan pesertanya lebih banyak. Tahun lalu pesertanya 8.045 dan transaksinya mencapai US$22,8 miliar, mudah-mudahan nanti bisa meningkat lebih bagus," jelas dia.
Baca Juga: Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah
"Target tahun ini bisa tercapai di atas tahun lalu. Termasuk buyer dan juga peningkatan ekspornya," imbuh dia.
Melalui penyelenggaraan kegiatan CEO Gathering, Kementerian Perdagangan mengharapkan pertumbuhan industri mebel dan kerajinan di Indonesia melalui partisipasidalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026.
Partisipasi perusahaan Furniture dan home Decor diharapkan dapat memperkuat ekspor produk mebel Indonesia, membuka pasar baru, hingga meningkatkan daya saing produk Furniture dan Home Decor Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, Kepala Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur mengatakan Trade Expo Indonesia ini sudah disiapkan secara matang oleh Kementerian perdagangan. Ini dilakukan untuk mendukung industri di Indonesia salah satunya industri Furniture Dan home Decor.
"Dengan segala upaya dukungan dan program yang sudah disiapkan di Trade expo Indonesia, kami berharap industri Furniture dan Home Decor dapat menembus angka penjualan 6 miliar USD dalam target ekspor yang telah dicanangkan oleh Kementerian perdagangan," katanya.
Seperti diketahui Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026 akan diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia
-
Awas! 39 Anak di Jateng Terpapar Radikalisme Lewat Game Online dan Medsos
-
Mulai Kuliner UMKM hingga Konser KLa Project, Ini Rangkaian Seru HUT ke-81 Jateng
-
BRI Raih Rekor MURI: Selenggarakan Pameran Kredit Kendaraan Serentak Terbanyak
-
Dari Telur Asin hingga Beras Biosalin, Kisah Ibu-ibu Mangunharjo Merajut Kemandirian Lewat Mami Sera