- Dekan Fakultas Psikologi UGM Rahmat Hidayat menyatakan AI berpotensi menggeser profesi psikolog di Semarang pada Jumat (22/8/2026).
- Prof Dian Ratna Sawitri menilai kemampuan analisis abstrak dan pemahaman masalah psikologis mendalam tetap memerlukan peran manusia.
- Fakultas Psikologi Undip membuka Program Profesi Psikolog bagi tiga puluh mahasiswa untuk menghadapi kompleksitas zaman.
SuaraJawaTengah.id - Ketika seseorang mengalami kecemasan, bingung menghadapi masa depan, atau membutuhkan tempat untuk mencurahkan persoalan, pilihan mencari jawaban kini tidak lagi hanya kepada manusia. Chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi alternatif untuk bertanya dan mencari solusi.
Fenomena itu menjadi tantangan baru bagi profesi psikolog.
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Rahmat Hidayat, PhD, bahkan mengingatkan perkembangan AI berpotensi menggeser profesi psikolog karena teknologi tersebut tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat bantu.
Menurut dia, kemampuan AI memahami bahasa dan menghasilkan gagasan membuat teknologi tersebut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan teknologi sebelumnya.
“Ini AI memiliki potensi untuk menggantikan kita. Barangkali, profesi psikolog nanti akan bisa tergeser sepenuhnya oleh AI,” kata Rahmat di Semarang, Jumat (21/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam orasi ilmiah bertema “Psikologi yang Relevan dan Berdampak: Membangun Ekosistem Pendidikan di Tengah Perubahan Zaman” pada Dies Natalis ke-31 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip).
Rahmat menilai setiap perkembangan teknologi selalu membawa dua sisi. Di satu sisi memberikan keuntungan dan kemudahan bagi masyarakat, tetapi di sisi lain menciptakan persoalan baru yang harus diantisipasi.
AI, kata dia, menjadi tantangan yang lebih serius karena kemampuannya semakin mendekati aktivitas yang selama ini identik dengan manusia, termasuk memahami bahasa dan menghasilkan gagasan.
Namun, Dekan Fakultas Psikologi Undip Prof Dian Ratna Sawitri menilai kemampuan AI tetap memiliki batas ketika berhadapan dengan persoalan psikologis manusia.
“Apa-apa yang bisa dilakukan AI, apa sih yang bisa dilakukan manusia? Ini porsinya perlu jelas. Apakah betul konseling dengan chatbot bisa tertangani?” ujarnya.
Dian menggambarkan perubahan tersebut dengan fenomena masyarakat yang kini semakin mudah mencari jawaban melalui chatbot ketika menghadapi persoalan hidup.
Jika dahulu orang yang mengalami masalah tertentu mencari bantuan kepada tokoh atau pihak yang dianggap memiliki kemampuan khusus, kini chatbot AI mulai mengambil sebagian peran tersebut sebagai tempat bertanya.
Menurut dia, AI memang dapat membantu seseorang memperoleh ide maupun informasi awal. Namun, kemampuan melakukan analisis, sintesis, berpikir logis, dan memahami persoalan secara abstrak tetap membutuhkan peran manusia.
“Ketika orang cemas, tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, bagaimana bisa adaptif, bagaimana bisa menjawab besok kita mau apa? Nah, psikologi masuknya di situ,” katanya.
Karena itu, tantangan psikologi di era AI bukan sekadar apakah teknologi tersebut mampu menjawab pertanyaan manusia, melainkan bagaimana memastikan manusia tetap memiliki kemampuan untuk memahami dirinya sendiri dan mengambil keputusan secara tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan
-
BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob
-
Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran
-
500 Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan di Tengah Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Kepala di Semarang, Polisi Selidiki Dugaan Tawuran