Budi Arista Romadhoni
Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Massa aksi dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) sudah berangkat ke Jakarta pada Rabu 26 Agustus 2026. [Suara.com/Singgih Tri]
Baca 10 detik
  • Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memberangkatkan lima bus menuju Jakarta pada 26 Agustus 2026 untuk berunjuk rasa.
  • Massa menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengesahkan rancangan undang-undang perampasan aset dan menerapkan hukuman mati bagi koruptor.
  • Kepolisian sempat menghalau armada bus di Pati, sedangkan rekening bank aktivis Supriyono diblokir aparat penegak hukum.

SuaraJawaTengah.id - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memberangkatkan armada dengan total 5 bus menuju Jakarta pada Rabu siang, 26 Agustus 2026. Keberangkatan rombongan ini bertujuan untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Dalam aksi tersebut, massa membawa dua tuntutan utama, yakni pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor. 

Keberangkatan rombongan sempat diwarnai ketegangan ketika aparat kepolisian menghalau bus yang hendak memasuki area Alun-Alun Simpang Lima Pati

Akibatnya, massa yang sudah berkumpul di alun-alun terpaksa bergeser menuju Jalan Syeh Jangkung, dekat Jembatan Kalianyar, untuk mendatangi bus yang tertahan di sana.

Personel AMPB, Sutikno mengungkapkan kekecewaannya atas pengadangan armada bus oleh oknum kepolisian. 

Kondisi tersebut membuat pihak koordinator pemberangkatan terpaksa memindahkan titik kumpul dan melangsir para peserta menggunakan kendaraan alternatif.

"Ini pembungkaman yang dilakukan oleh oknum kepolisian yang katanya perintah dari atasannya. Kita dipersulit untuk menyuarakan pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukum mati koruptor," tegas Sutikno di lokasi.

Personel AMPB lainnya, Novi menjelaskan bahwa pemindahan peserta dilakukan untuk menghindari gesekan dan mempercepat keberangkatan.

"Karena bus yang kami parkir dilarang mendekat ke alun-alun oleh pihak kepolisian. Sementara, peserta sudah kepanasan, saya izin melangsir kawan-kawan menggunakan dua mobil pick-up," tuturnya.

Baca Juga: Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Ia menambahkan bahwa jumlah bus yang diberangkatkan bertambah dari rencana awal karena tingginya antusiasme masyarakat serta adanya dukungan donasi swadaya.

Dari total 5 bus yang disiapkan, 2 unit telah diberangkatkan lebih awal karena penumpang sudah penuh. Sementara 3 unit sisanya berangkat bersamaan secara beriringan setelah berhenti di depan Plaza Pragola.

"Totalnya ada 5 bus. Karena ada tambahan donasi dari warga dan antusiasme tinggi, kami tambah 1 bus lagi. Sesuai komando, kami pastikan rombongan tetap tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis," tandasnya.

Sebelumnya, aktivis AMPB, Supriyono alias Botok telah berada di Jakarta sejak 20 Agustus 2026 lalu. Ia bersama rekan setianya Teguh Istiyanto berangkat lebih dulu untuk menyampaikan aspirasi. Meskipun langkah mereka banyak hambatan karena teror.

Diketahui, AMPB bersama para aktivis lintas daerah yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) berencana menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta guna menuntut DPR RI mengesahkan RUU Perampasan Aset dan memberlakukan hukuman mati untuk koruptor.

Rekening pribadi Botok diblokir oleh pihak bank atas instruksi Aparat Penegak Hukum (APH). Uang senilai Rp 80 juta di rekening Bank Mandiri miliknya untuk menggalang donasi dibekukan.

Load More