- Dinas ESDM Jawa Tengah menyatakan pengeboran eksplorasi PLTP Gunung Ungaran dapat dihentikan jika tidak ditemukan potensi panas bumi.
- Wilayah kerja seluas 29.800 hektare di Kabupaten Semarang dan Kendal bukan seluruhnya tapak pembangunan fisik pembangkit listrik.
- Pengeboran eksplorasi ditargetkan berlangsung tahun 2028 sampai 2029 dengan proyeksi kapasitas sebesar 55 Megawatt.
SuaraJawaTengah.id - Rencana eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran belum otomatis berujung pada pembangunan pembangkit. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah memastikan pengeboran eksplorasi dapat dihentikan apabila tidak menemukan potensi panas bumi yang memadai.
Pengeboran menjadi tahap penting untuk membuktikan hasil studi awal mengenai keberadaan sumber panas bumi di bawah kawasan Gunung Ungaran. Jika hasil pengeboran tidak menemukan uap atau panas yang cukup untuk menghasilkan listrik, kegiatan tidak akan dilanjutkan dan pencarian dapat dialihkan ke titik prospek lainnya.
Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Jawa Tengah, Dwi Suryono, mengatakan eksplorasi tersebut merupakan proses pembuktian atas hasil studi tidak langsung yang telah dilakukan sebelumnya.
"Eksplorasi ini adalah bagian dari pembuktian dari studi tidak langsung. Apakah betul di bawah itu ada potensi panas bumi, maka perlu dilakukan pengeboran hingga kedalaman 1.900 sampai 2.200 meter," kata Dwi saat konferensi pers di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026).
Menurut dia, pengeboran tidak dilakukan untuk memastikan proyek pasti berhasil, melainkan untuk mengetahui kondisi sumber panas bumi secara langsung.
"Jika tidak didapatkan uap air atau panasnya, tentu dicukupkan dan beralih ke lokasi prospek lain," ujarnya.
29.800 Hektare Bukan Tapak Pembangkit
Dwi sekaligus meluruskan persepsi mengenai luas wilayah eksplorasi Gunung Ungaran yang mencapai 29.800 hektare.
Menurutnya, luas tersebut merupakan wilayah kerja untuk mencari titik-titik prospek panas bumi. Bukan berarti seluruh kawasan akan menjadi lokasi pembangunan PLTP.
Baca Juga: Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
Pembangunan fisik nantinya hanya dilakukan pada titik yang dinilai memiliki potensi panas bumi dan memenuhi berbagai persyaratan teknis maupun perizinan.
"Luasan itu sebagai ruang pencarian titik prospek. Pembangunan fisiknya nanti hanya memakan porsi kecil dari total luasan tersebut," jelasnya.
Mayoritas wilayah eksplorasi berada di Kabupaten Semarang, sedangkan sebagian lainnya berada di kawasan perbatasan pegunungan Kabupaten Kendal.
Penentuan titik pengeboran juga tidak dilakukan secara sembarangan. Lokasi akan mengacu pada hasil penelitian potensi panas bumi serta mempertimbangkan kesiapan infrastruktur.
Pengeboran Ditargetkan 2028-2029
Eksplorasi Gunung Ungaran saat ini masih berada dalam rangkaian tahapan persiapan dan perizinan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya
-
Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!
-
Rumah Lebih Layak, Sanitasi Lebih Baik: Nelayan Roban Timur Rasakan Manfaat Program Bedah Rumah
-
Keluarga Jadi Korban Gempa, Mahasiswa NTT di Jateng Dapat Bantuan Biaya Kos dari Gubernur Luthfi
-
BRI dan Eastspring Investment Indonesia Perkuat Diversifikasi Portofolio Melalui Tiga Reksa Dana