- Kepala Kesbangpol DIY Lilik menyatakan penelusuran dugaan oknum ormas penyemprot merica saat unjuk rasa diserahkan kepada kepolisian.
- Korban mahasiswa FH UGM mengalami perih dan dipukul pelaku berpenutup wajah dalam aksi di Simpang Gramedia Yogyakarta.
- Kesbangpol DIY mengimbau masyarakat tidak melakukan provokasi serta berkomitmen melakukan pembinaan terhadap 112 ormas terdaftar.
SuaraJawaTengah.id - Dugaan adanya oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) yang membawa dan menyemprotkan bubuk merica saat aksi unjuk rasa di kawasan Simpang Gramedia Yogyakarta pada Selasa (1/9/2026) malam mengemuka. Namun hingga kini, dugaan tersebut belum dipastikan kebenarannya.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Lilik Andi Aryanto di Yogyakarta, Kamis (3/9/026) menyatakan penelusuran mengenai pembawa bubuk merica dalam aksi tersebut merupakan kewenangan aparat kepolisian.
"Meniko (hal itu-red) jadi kewenangan Polri nggih untuk penelusuran pembawa merica," ujarnya.
Terkait informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum ormas yang melakukan provokasi, Kesbangpol DIY memilih tidak mengambil kesimpulan sebelum adanya proses klarifikasi dan verifikasi dari pihak berwenang.
Menurut Lilik, dugaan keterlibatan seseorang atau kelompok dalam insiden tersebut perlu ditelusuri berdasarkan fakta. Kesbangpol tidak ingin dugaan terhadap oknum tertentu berkembang menjadi tuduhan terhadap organisasi secara keseluruhan.
"Kami menyerahkan proses klarifikasi dan verifikasi kepada pihak yang berwenang. Karena itu, kami mengimbau agar tidak ada kesimpulan atau generalisasi terhadap organisasi maupun kelompok tertentu sebelum informasi tersebut benar-benar terverifikasi," tandasnya.
Di tengah situasi tersebut, Kesbangpol DIY mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan provokasi, kekerasan maupun intimidasi yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Kesbangpol DIY menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai. Namun penyampaian aspirasi tetap harus memperhatikan kepentingan masyarakat umum, termasuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
"Yang terpenting, kami mengingatkan seluruh pihak untuk tidak melakukan provokasi, kekerasan, intimidasi, maupun tindakan lain yang dapat memperkeruh situasi," tandasnya.
Baca Juga: Modal Jalan Kaki dan Incar Rumah Sepi, Pencuri Spesialis Sepeda di Sleman Diringkus Polisi
Lilik menyebut, pasca munculnya dugaan keterlibatan oknum ormas dalam kericuhan aksi, Kesbangpol DIY menyatakan akan terus melakukan pembinaan terhadap ormas di DIY. Saat ini, terdapat 112 ormas yang terdaftar di DIY.
"Seluruh organisasi tersebut telah memiliki legalitas hukum yang lengkap," jelasnya
Lilik mengatakan, Kesbangpol juga akan memanfaatkan forum-forum yang ada untuk mengajak berbagai elemen masyarakat menjaga kondusivitas DIY pasca kericuhan di Simpang Gramedia. Namun upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Kesbangpol DIY sendiri akan terus mendorong terciptanya Yogyakarta yang aman, damai, demokratis dan kondusif. Namun dengan tetap menjunjung kebebasan menyampaikan pendapat, toleransi serta penghormatan terhadap hukum.
"Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Kondusivitas DIY merupakan tanggung jawab kita bersama," katanya.
Sebelumnya muncul dugaan keterlibatan ormas dalam penyemprotan merica kepada mahasiswa dalam unjukrasa di Simpang Gramedia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
BRI Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Jutaan UMKM Tumbuh Bersama Asta Cita
-
Cuaca Semarang Panas Menyengat, Suhu Udara Diprakirakan Tembus 37 Derajat Celsius
-
AKBP Febriyani Aer Pimpin Polres Tegal, Perkuat Komitmen Pelayanan Masyarakat
-
Jelang Vonis Bupati Pati Nonaktif Sudewa, 1.610 Personel Gabungan Disiagakan
-
Kebutuhan Rumah Jateng Capai 990 Ribu Unit, BTN Housingpreneur Batch 3 Buka Peluang Inovasi