- Seribuan mahasiswa dari BEM Semarang Raya menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Muda, Kota Semarang, pada Rabu petang.
- Massa menuntut pemerintah menurunkan harga bahan pokok dan BBM, mengevaluasi program tertentu, serta memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme.
- Aksi unjuk rasa berlangsung singkat dan tertib, namun sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi tersendat.
SuaraJawaTengah.id - Teriakan tuntutan mahasiswa menggema di kawasan Bundaran Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026) petang.
Seribuan massa yang tergabung dalam BEM Semarang Raya (Sera) akhirnya bisa menggelar orasi setelah sempat dihadang aparat kepolisian di Jalan Pemuda.
Massa sebelumnya tertahan sekitar 200 meter dari Tugu Muda. Situasi sempat memanas ketika mahasiswa meminta agar aksi dapat dilanjutkan ke kawasan yang menjadi tujuan mereka.
Setelah melalui negosiasi, aparat akhirnya memberikan izin massa bergerak menuju Tugu Muda dengan pengawalan.
Setibanya di lokasi, mahasiswa langsung menyuarakan sejumlah tuntutan. Mereka meminta pemerintah menurunkan harga bahan pokok dan BBM, mengembalikan TNI dan Polri pada fungsi utamanya, mempercepat revitalisasi wilayah terdampak bencana, serta mengembalikan kepemilikan tanah kepada rakyat.
Teriakan mahasiswa juga menyoroti persoalan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menghentikan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Koordinator aksi dari Universitas Diponegoro (Undip), Fadhil Zikra, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap pemerintah yang dinilai belum memberikan penyelesaian konkret atas berbagai persoalan yang mereka soroti.
“Sampai detik ini, pemerintah belum melakukan penyelesaian yang konkret,” tegas Fadhil.
Menurut Fadhil, pemilihan Tugu Muda sebagai lokasi aksi bukan tanpa alasan. Monumen tersebut dinilai memiliki nilai historis kuat bagi perjuangan masyarakat Semarang, terutama sebagai simbol perjuangan pemuda dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang pada Oktober 1945.
Baca Juga: Dari Telur Asin hingga Beras Biosalin, Kisah Ibu-ibu Mangunharjo Merajut Kemandirian Lewat Mami Sera
“Tugu Muda memiliki nilai historis,” kata Fadhil.
Ia mengatakan BEM Sera sengaja membawa aksi ke Tugu Muda sebagai bentuk gebrakan setelah sebelumnya menyampaikan tuntutan di Jalan Pahlawan, tepat di depan kompleks DPRD dan Pemprov Jawa Tengah.
“Sebab itu, BEM Sera melakukan gebrakan dengan aksi di Tugu Muda, namun sekarang juga dihalangi aparat,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengenakan almamater masing-masing. Massa berasal antara lain dari Undip, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Soegijapranata Catholic University (SCU), Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Universitas Semarang (USM), Politeknik Negeri Semarang (Polines), UIN Walisongo, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), hingga UPGRIS.
Massa berjalan dari Jalan Pemuda menuju arah barat dan kemudian memutari Bundaran Tugu Muda. Bendera organisasi serta spanduk berisi tuntutan dibentangkan, sementara orasi dan teriakan mahasiswa terdengar sepanjang aksi.
Aksi berlangsung singkat. Setelah menyampaikan tuntutan, massa membubarkan diri dengan tertib. Namun, long march sempat membuat arus lalu lintas di sekitar Tugu Muda tersendat sehingga sejumlah pengendara harus menghentikan kendaraannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
Terkini
-
Dari Sofifi, BRI Dorong UMKM dan Potensi Desa Lewat Semarak Merah Putih
-
Rektor Unsoed Tersandung Kasus Korupsi, Pengamat Desak Evaluasi Sistem Pendidikan
-
Massa Aksi Mahasiswa Memanas Saat Dihadang Menuju Titik Aksi Tugu Muda Semarang
-
Pengeboran PLTP Gunung Ungaran Bisa Dihentikan Jika Potensi Tak Terbukti
-
Geothermal Gunung Ungaran Ditargetkan Beroperasi 2031, Pengeboran Mulai 2028