Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 04 September 2026 | 17:19 WIB
Pohon tumbang di Jalan Pandanaran Kota Semarang, Jumat (4/9/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Sebuah pohon setinggi 15 meter tiba-tiba roboh di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, pada Jumat (4/9/2026) siang.
  • Insiden tanpa hujan maupun angin kencang tersebut menimpa dua pengendara sepeda motor yang sedang melintas di lokasi kejadian.
  • Akibat kejadian itu, dua korban meninggal dunia dan satu pengendara ojek online mengalami luka-luka.

Sementara Ary Setiawan yang mengalami luka-luka dilarikan ke RS Hermina Pandanaran untuk mendapatkan perawatan.

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito membenarkan kejadian tersebut.

“Kejadian sekira pukul 11.50 WIB di jalan raya depan RS Hermina Pandanaran,” kata Sugito.

Lokasi pohon tumbang berada di ruas Jalan Pandanaran arah barat menuju timur, atau menuju kawasan Simpang Lima. Di seberang lokasi kejadian terdapat kawasan sentra oleh-oleh yang biasanya ramai aktivitas warga dan kendaraan.

Tragedi itu menjadi sorotan karena terjadi ketika kondisi cuaca relatif bersahabat.

Tidak sedang hujan dan tidak terdapat angin kencang ketika pohon tersebut tiba-tiba tumbang.

Belum diketahui secara pasti penyebab pohon tersebut roboh. Polisi bersama dinas terkait kemudian melakukan evakuasi dengan memotong dahan dan batang pohon yang menutup badan jalan.

Peristiwa tersebut sekaligus menyisakan pertanyaan mengenai kondisi pohon-pohon besar yang berada di ruas jalan perkotaan, terutama di jalur yang setiap hari dilalui masyarakat.

Bagi keluarga Susiana dan Christiawan, Jumat siang itu semula hanyalah perjalanan biasa di tengah aktivitas Kota Semarang.

Baca Juga: BUMDes Jadi Ujung Tombak Pajak Kendaraan, UPPD Pemalang Dekatkan Layanan hingga Desa

Tidak ada hujan deras yang harus dihindari. Tidak ada angin kencang sebagai tanda bahaya.

Hanya sebuah perjalanan dengan sepeda motor yang kemudian berhenti secara tragis setelah pohon setinggi belasan meter tiba-tiba roboh di hadapan mereka.

Sementara bagi warga yang menyaksikan, suara “bruk” itu menjadi pengingat bahwa bahaya di jalan raya tidak selalu datang dari kendaraan yang melaju kencang. Dalam kondisi cuaca cerah sekalipun, ancaman bisa datang dari atas.

Kontributor : Eka Setiawan

Load More