Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 04 September 2026 | 09:52 WIB
Ilustrasi MBG. [Ist]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 777 orang di SMAN 1 Lasem mengalami gangguan pencernaan pada 3 September 2026 akibat program Makan Bergizi Gratis.
  • Dinas Kesehatan Rembang mengambil sampel makanan berupa ayam untuk diuji laboratorium guna memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut.
  • Pemerintah Kabupaten Rembang menghentikan sementara operasional penyedia makanan SPPG Soditan Lasem dan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

SuaraJawaTengah.id - Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berdampak cukup luas. Hingga Kamis (3/9/2026) sore, sebanyak 777 orang dilaporkan mengalami keluhan, terdiri dari ratusan siswa serta guru dan tenaga kependidikan.

Dikutip dari Jatengnews.id, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang Ali Syofii menyebut 777 orang yang terdampak terdiri atas 752 siswa dan 25 guru maupun tenaga kependidikan.

“Yang terdampak dari kasus ini sebanyak 777 orang. Terdiri dari 752 siswa dan 25 guru atau TU,” kata Ali, Kamis (3/9/2026).

Mayoritas korban mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada gangguan pencernaan, mulai dari diare, mual hingga muntah. Tingkat keluhan yang dialami berbeda-beda sehingga penanganannya pun disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Mereka yang mengalami gejala ringan diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan di rumah. Sementara korban dengan kondisi lebih berat mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Dinkes Rembang mencatat Puskesmas Lasem menerima 21 siswa yang mengalami gejala. Dari jumlah tersebut, lima siswa harus menjalani rawat inap, sedangkan 16 lainnya mendapatkan penanganan secara rawat jalan.

Selain di Puskesmas Lasem, dua siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Pancur. Satu siswa lainnya memperoleh pengobatan melalui dokter praktik perorangan di wilayah Lasem.

Lima siswa yang menjalani rawat inap mengalami mual, muntah dan diare dengan frekuensi cukup sering. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu dehidrasi sehingga dokter memutuskan mereka perlu mendapatkan observasi dan perawatan di puskesmas.

“Dirawatnya karena dokter menilai yang dirawat itu mungkin diarenya frekuensinya sering dan potensi adanya dehidrasi. Sehingga kemudian mengambil langkah untuk dilakukan perawatan di Puskesmas,” jelas Ali.

Baca Juga: Kasus Jasad Perempuan Terbakar di Demak: Motif Diduga Cemburu, Tersangka Residivis Pembunuhan

Meski jumlah warga sekolah yang terdampak mencapai ratusan, Dinkes Rembang memastikan hingga saat ini tidak ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit.

Makanan MBG Jadi Fokus Penelusuran

Besarnya jumlah korban membuat sumber makanan yang dikonsumsi bersama menjadi salah satu fokus penelusuran Dinkes Rembang.

Dugaan sementara mengarah pada makanan dalam paket MBG yang dibagikan kepada siswa dan tenaga pendidik pada Rabu (2/9/2026).

Menu yang dibagikan terdiri dari nasi, ayam bakar, lalapan dan buah semangka.

Dari pemeriksaan awal, terdapat temuan pada salah satu komponen makanan yang dinilai perlu dicermati, yakni ayam.

Load More