Budi Arista Romadhoni
Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:05 WIB
Pengunjung melihat mobil BYD di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Rabu (30/9/2026). [Suara.com/Budi]
Baca 10 detik
  • PT BYD Motor Indonesia menyatakan 65 persen pasar kendaraan di Jawa Tengah masih didominasi bahan bakar fosil pada 30 September 2026.
  • Perusahaan menawarkan teknologi kendaraan listrik baterai dan Dual Mode untuk mendukung transisi energi di GIIAS Semarang 2026.
  • BYD menargetkan penambahan jumlah jaringan layanan dari tujuh menjadi enam belas lokasi di wilayah Jawa Tengah.

Saat ini BYD memiliki tujuh lokasi yang beroperasi di Jawa Tengah. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 16 lokasi untuk memperluas akses penjualan dan layanan purnajual.

Menurut Luther, pengembangan jaringan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan energi baru. Sebab, ekosistem kendaraan elektrifikasi tidak hanya berkaitan dengan pilihan produk, tetapi juga kemudahan memperoleh layanan setelah kendaraan digunakan.

“Ketika masyarakat memilih kendaraan energi baru, mereka juga membutuhkan kepastian layanan. Karena itu, kami terus memperluas jaringan agar konsumen mendapatkan pengalaman yang lengkap, mulai dari pembelian hingga layanan purnajual,” katanya.

Load More