Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB
Kondisi TPS Jatibarang Semarang, Jumat (2/10), masih dipenuhi kabut asap sisa kebakaran. ANTARA/I.C. Senjaya
Baca 10 detik
  • Kebakaran TPA Jatibarang Semarang sejak Rabu malam menyebabkan kadar sulfur dioksida melampaui batas normal kesehatan.
  • Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat pencemaran udara di SMAN 7 mencapai 258,26 mikrogram per meter kubik pada Kamis.
  • Dinkes menyiagakan petugas puskesmas serta mengimbau kelompok rentan agar menggunakan masker guna mencegah gangguan pernapasan.

SuaraJawaTengah.id - Kualitas udara di sekitar TPA Jatibarang Semarang belum memenuhi syarat bagi kesehatan masyarakat setelah kebakaran melanda kawasan tersebut. Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat kadar sulfur dioksida (SO) di SMAN 7 Semarang, yang berjarak sekitar 1,9 kilometer dari TPA, mencapai 258,26 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut melampaui batas normal baku mutu udara ambien yang disebut Dinkes Kota Semarang sebesar 150 mikrogram per meter kubik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan pengukuran udara ambien dilakukan di sejumlah titik dengan radius hingga 2 kilometer dari kawasan TPA Jatibarang. Pengukuran dilakukan pada Kamis (1/10), antara lain di SMAN 7 Semarang dan Kantor Kelurahan Bambankerep.

"Untuk yang di area TPA Jatibarang jauh lebih tinggi," kata Hakam di Semarang, Jumat (2/10/2026).

Temuan tersebut menjadi perhatian karena asap dari kebakaran TPA Jatibarang masih mengepul setelah kebakaran melanda kawasan tersebut sejak Rabu (30/9) malam.

Hakam menjelaskan, paparan asap kebakaran TPA Jatibarang berisiko menimbulkan gangguan pernapasan bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Karena itu, Dinkes Kota Semarang merekomendasikan masyarakat menggunakan masker, terutama kelompok rentan yang berpotensi lebih terdampak paparan asap.

Kelompok tersebut meliputi bayi, ibu hamil, lanjut usia, hingga masyarakat yang memiliki komorbid.

Selain penggunaan masker, petugas kesehatan di sejumlah puskesmas di sekitar kawasan TPA Jatibarang juga telah disiagakan untuk memantau kondisi masyarakat yang terdampak asap.

Baca Juga: Mitigasi Bencana Musim Kemarau Kota Semarang, Kebakaran di TPA Jatibarang Tak Boleh Terulang

"Monitoring wilayah dilakukan untuk mengetahui dampak dari asap kebakaran TPA," ujar Hakam.

Asap Masih Mengepul dari Titik Api

Kebakaran TPA Jatibarang terjadi pada Rabu (30/9) malam dan melanda area sekitar 10 hektare.

Api berangsur padam, namun sejumlah titik api masih tersisa di kawasan TPA. Kondisi tersebut menyebabkan kepulan asap tebal keluar dari tumpukan sampah yang terbakar.

Dengan masih adanya titik api dan asap yang mengepul, pemantauan kualitas udara dilakukan di wilayah sekitar untuk melihat dampaknya terhadap masyarakat.

Temuan kadar SO di SMAN 7 Semarang yang berada sekitar 1,9 kilometer dari TPA menjadi salah satu indikator bahwa dampak asap kebakaran telah menjangkau kawasan di luar area TPA.

Load More