SuaraJawaTengah.id - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, saat musim kemarau tak ingin kembali terjadi. Sejumlah antisipasi pun dilakukan.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah upaya mitigasi untuk mencegah terulangnya kebakaran tersebut.
"Mitigasi yang pertama. Kami sedang melakukan perizinan kepada PLN karena ada zona buang I dan II masih untuk kerja sama dengan PLN," kata Wali Kota dikutip dari ANTARA di Semarang, Jumat (10/5/2024).
Kerja sama tersebut terkait dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Jatibarang melalui pemanfaatan gas metana, tetapi saat ini proyek tersebut sudah tidak berjalan lagi.
Meski sekarang gas metananya sudah tidak ada, kata dia, Pemkot Semarang masih terikat perjanjian dengan PLN sehingga perlu meminta izin kepada salah satu badan usaha milik negara (BUMN) itu.
"Kami minta izin untuk memakai itu karena sudah tidak ada gas metana,, apakah dibor dulu ataukah adanya pemutusan kerja sama," kata Ita, sapaan akrabnya.
Kedua, saat ini perangkat kamera pengawas sudah semakin diperbanyak di kawasan TPA Jatibarang sehingga semua kegiatan aktivitas pengangkutan dan pembuangan sampah bisa terpantau dengan jelas.
"Ketiga, sekarang sudah rutin setiap masuk ke dalam (TPA Jatibarang, red.) akan di-'sweeping'. Enggak boleh membawa rokok, korek api, dan sebagainya. Ini salah satu upaya mitigasi," katanya.
Selain itu, kata dia, keberadaan perangkat alat pemadam api ringan (APAR) juga mendapatkan perhatian sehingga bisa meminimalisir risiko terjadinya kebakaran di tumpukan sampah.
"Kami sudah minta DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk pengadaan alat pemadam kebakaran yang portabel. Jadi, mudah-mudahan jangan sampai ya. Tapi kalau ada percikan api bisa segera dipadamkan," katanya.
Pada musim kemarau tahun lalu, kebakaran besar beberapa kali terjadi di TPA Jatibarang yang berisi tumpukan sampah kering, ditambah dengan adanya gas metana hasil buangan sampah.
Kebakaran TPA Jatibarang saat itu juga menghanguskan lapak-lapak pemulung dan deretan kandang sapi yang berada di sekitar kawasan tersebut, serta menewaskan beberapa anak sapi.
Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai ikut turun tangan mengerahkan helikopter "water bombing" untuk membantu memadamkan api di TPA Jatibarang Semarang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik
-
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain
-
Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi
-
Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak
-
14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas