- Bulog Jawa Tengah mencatat realisasi penyerapan gabah petani mencapai 406.253 ton setara beras pada Oktober 2026.
- Capaian penyerapan gabah tersebut telah melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar 374.658 ton atau 108,43 persen.
- Program penyerapan gabah ini bertujuan memperkuat cadangan pangan nasional serta memberikan kepastian pasar bagi para petani.
SuaraJawaTengah.id - Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah mencatat realisasi penyerapan gabah petani mencapai 406.253 ton setara beras hingga Oktober 2026. Capaian tersebut mencapai 108,43 persen dari target tahunan sebesar 374.658 ton.
Pimpinan Bulog Wilayah Jawa Tengah Sri Muniati mengatakan, realisasi tersebut menunjukkan penyerapan gabah telah melampaui target yang ditetapkan untuk tahun ini.
"Realisasi penyerapan gabah sudah mencapai 406.253 ton setara beras, melebihi target sebanyak 374.658 ton," kata Sri Muniati, Jumat (9/10/2026).
Secara nasional, realisasi penyerapan gabah petani juga telah mencapai 4,1 juta ton setara beras. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pertanian.
Menurut Sri Muniati, penyerapan gabah tidak hanya ditujukan untuk memperkuat stok pangan pemerintah, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani. Dengan demikian, hasil panen petani diharapkan dapat terserap secara optimal sehingga turut mendukung peningkatan kesejahteraan mereka.
Untuk mencapai target tersebut, Bulog mengoptimalkan berbagai instrumen pengadaan, mulai dari memperkuat jaringan pembelian di tingkat produksi, meningkatkan kesiapan sarana pengolahan dan pergudangan, hingga mempercepat penyerapan saat panen berlangsung.
Ia menjelaskan, penguatan cadangan pangan menjadi bagian penting dari peran strategis Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Peran tersebut mencakup menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen maupun konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.
"Bulog menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan Pemerintah," katanya.
Dengan penyerapan yang kuat di tingkat hulu, pemerintah memiliki cadangan pangan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat.
Baca Juga: Stok Beras Jateng Aman! Pj Gubernur Pastikan Cadangan untuk Bencana dan Kebutuhan Mendesak
Bulog Wilayah Jawa Tengah memastikan upaya penyerapan gabah akan terus dilanjutkan hingga akhir tahun. Penguatan koordinasi, inovasi, dan operasional dari hulu hingga hilir menjadi langkah yang ditempuh untuk menjaga keberlanjutan pengadaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Penyerapan Gabah Bulog Jateng Tembus 108,43 Persen dari Target Tahunan
-
Siswa Sekolah Rakyat di Pati Dikeroyok 14 Teman hingga Gigi Copot, Korban Ngaku Diminta Bungkam
-
1.750 Mustahik di Jateng Terima Bantuan Modal Rp5,25 Miliar, Taj Yasin Tekankan Pendampingan
-
Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal
-
Kairul Anwar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PSSI Jawa Tengah 2026-2030