Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:18 WIB
Kepala Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah Sri Muniati. [ANTARA/HO-Bulog Jateng]
Baca 10 detik
  • Bulog Jawa Tengah mencatat realisasi penyerapan gabah petani mencapai 406.253 ton setara beras pada Oktober 2026.
  • Capaian penyerapan gabah tersebut telah melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar 374.658 ton atau 108,43 persen.
  • Program penyerapan gabah ini bertujuan memperkuat cadangan pangan nasional serta memberikan kepastian pasar bagi para petani.

SuaraJawaTengah.id - Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah mencatat realisasi penyerapan gabah petani mencapai 406.253 ton setara beras hingga Oktober 2026. Capaian tersebut mencapai 108,43 persen dari target tahunan sebesar 374.658 ton.

Pimpinan Bulog Wilayah Jawa Tengah Sri Muniati mengatakan, realisasi tersebut menunjukkan penyerapan gabah telah melampaui target yang ditetapkan untuk tahun ini.

"Realisasi penyerapan gabah sudah mencapai 406.253 ton setara beras, melebihi target sebanyak 374.658 ton," kata Sri Muniati, Jumat (9/10/2026).

Secara nasional, realisasi penyerapan gabah petani juga telah mencapai 4,1 juta ton setara beras. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pertanian.

Menurut Sri Muniati, penyerapan gabah tidak hanya ditujukan untuk memperkuat stok pangan pemerintah, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani. Dengan demikian, hasil panen petani diharapkan dapat terserap secara optimal sehingga turut mendukung peningkatan kesejahteraan mereka.

Untuk mencapai target tersebut, Bulog mengoptimalkan berbagai instrumen pengadaan, mulai dari memperkuat jaringan pembelian di tingkat produksi, meningkatkan kesiapan sarana pengolahan dan pergudangan, hingga mempercepat penyerapan saat panen berlangsung.

Ia menjelaskan, penguatan cadangan pangan menjadi bagian penting dari peran strategis Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Peran tersebut mencakup menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen maupun konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.

"Bulog menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan Pemerintah," katanya.

Dengan penyerapan yang kuat di tingkat hulu, pemerintah memiliki cadangan pangan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat.

Baca Juga: Stok Beras Jateng Aman! Pj Gubernur Pastikan Cadangan untuk Bencana dan Kebutuhan Mendesak

Bulog Wilayah Jawa Tengah memastikan upaya penyerapan gabah akan terus dilanjutkan hingga akhir tahun. Penguatan koordinasi, inovasi, dan operasional dari hulu hingga hilir menjadi langkah yang ditempuh untuk menjaga keberlanjutan pengadaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

[ANTARA]

Load More