Budi Arista Romadhoni
Senin, 12 Oktober 2026 | 13:52 WIB
Ilustrasi musim pancaroba. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • BMKG menetapkan tujuh kabupaten di Jawa Tengah berstatus awas kekeringan pada Oktober 2026.
  • Awal musim hujan 2026/2027 di Jawa Tengah mengalami kemunduran hingga pertengahan Desember 2026.
  • Masyarakat diminta mengantisipasi kekurangan air bersih dan mewaspadai potensi cuaca ekstrem saat transisi.

Di tengah peralihan musim, masyarakat dan pemerintah daerah diminta tidak lengah terhadap dampak kekeringan. Potensi hujan yang turun sesekali belum tentu mampu mengakhiri kondisi kering yang telah berlangsung selama musim kemarau.

Ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan pasokan air bagi sektor pertanian menjadi sejumlah aspek yang perlu diantisipasi, terutama di wilayah yang masih berstatus awas.

Selain itu, masa transisi musim juga perlu diwaspadai karena dapat disertai potensi cuaca ekstrem. Oleh sebab itu, masyarakat diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG.

“Masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan tetap mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terhadap ketersediaan air bersih dan kebutuhan air sektor pertanian, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa transisi,” kata Goeroeh.

Dengan prakiraan awal musim hujan yang berbeda-beda di setiap daerah, masyarakat di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya mengandalkan datangnya hujan sebagai penanda berakhirnya kekeringan, tetapi juga tetap memperhatikan kondisi ketersediaan air di wilayah masing-masing.

Load More