Budi Arista Romadhoni
Senin, 12 Oktober 2026 | 14:29 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026).[Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia mengadakan gerakan pangan murah di Ungaran pada Senin, 12 Oktober 2026.
  • Program intervensi pasar tersebut berhasil membantu masyarakat dan pelaku usaha kecil dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
  • Pemerintah juga menyalurkan bantuan sarana pertanian kepada para petani guna mengantisipasi dampak El Nino dan menjaga produktivitas pangan.

Antisipasi El Nino, Produktivitas Pertanian Dijaga

Selain menekan tekanan harga di tingkat konsumen, Pemprov Jateng juga berupaya menjaga produktivitas pertanian untuk mengantisipasi dampak El Nino atau kekeringan.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan beras serta bantuan sarana perpipaan dan rumah burung hantu bagi petani. Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu keberlanjutan produksi pangan di Jawa Tengah.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, produksi padi Jawa Tengah selama periode Januari-Oktober 2026 diperkirakan mencapai 8,4 juta ton gabah kering giling (GKG), setara dengan sekitar 4,9 juta ton beras.

Sementara itu, produksi cabai diperkirakan mencapai 404,91 ribu ton dan bawang merah sebanyak 408,76 ribu ton.

Luthfi mengatakan, langkah menjaga pasokan pangan perlu dilakukan sejak sektor produksi hingga distribusi. Penyesuaian pola tanam juga menjadi bagian dari upaya menghadapi potensi gangguan produksi akibat kondisi cuaca.

"Pola tanam petani juga disesuaikan dengan program dari Distannak. Karena El Nino inilah maka kita harus mempunyai ide kreatif dalam rangka pengendalian bahan pokok penting di wilayah kita dari hulu-hilir," ujarnya.

Melalui gerakan pangan murah dan bantuan bagi petani, Pemprov Jateng berupaya menangani persoalan pangan dari dua sisi sekaligus, yakni menjaga daya beli masyarakat dalam jangka pendek dan mempertahankan produktivitas pertanian untuk mendukung ketersediaan pasokan ke depan.

Baca Juga: Kairul Anwar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PSSI Jawa Tengah 2026-2030

Load More