- BMKG menetapkan tujuh kabupaten di Jawa Tengah berstatus awas kekeringan pada Oktober 2026.
- Awal musim hujan 2026/2027 di Jawa Tengah mengalami kemunduran hingga pertengahan Desember 2026.
- Masyarakat diminta mengantisipasi kekurangan air bersih dan mewaspadai potensi cuaca ekstrem saat transisi.
SuaraJawaTengah.id - Ancaman kekeringan meteorologis masih membayangi sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) meskipun masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan mulai berlangsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan tujuh kabupaten berstatus awas kekeringan pada periode 11–20 Oktober 2026.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena awal musim hujan 2026/2027 diprakirakan mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal. Bahkan, sebagian wilayah pesisir utara Jawa Tengah, termasuk Jepara, Pati, dan Rembang, diprakirakan baru memasuki musim hujan pada pertengahan Desember 2026.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto mengatakan, peralihan musim berlangsung secara bertahap dan tidak terjadi serentak di seluruh wilayah. Karena itu, potensi hujan yang mulai muncul belum dapat menjadi penanda bahwa musim hujan telah benar-benar dimulai.
Berdasarkan peta peringatan dini BMKG untuk Dasarian II Oktober 2026, tujuh kabupaten yang masih berstatus awas kekeringan meteorologis meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Jepara, Pati, Rembang, dan Wonogiri.
“Status awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam pemetaan dini kekeringan meteorologis,” kata Goeroeh dikutip dari ANTARA di Banyumas, Senin (12/10/2026).
Selain tujuh kabupaten tersebut, sejumlah daerah di Jawa Tengah masih berada dalam status siaga kekeringan. Wilayah itu meliputi Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, serta Kabupaten Purworejo, Magelang, Semarang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Demak, dan Kudus.
Sementara itu, Kota Semarang, Kabupaten Cilacap, Kebumen, Temanggung, dan Kendal masuk kategori waspada.
BMKG menyebut sejumlah wilayah lainnya tidak masuk kategori peringatan dini kekeringan meteorologis karena diprakirakan segera memasuki masa transisi menuju musim hujan pada periode tersebut.
Sebagian Wilayah Baru Diguyur Hujan pada Desember
Baca Juga: Sebelum Proyek Giant Sea Wall Dimulai, Pemerintah Bersiap Tanam Mangrove Massal di Demak
Kemunduran awal musim hujan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat, terutama di daerah yang masih menghadapi ancaman kekeringan. Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim hujan 2026/2027 di Jawa Tengah berlangsung secara bertahap, terutama pada November hingga Desember 2026.
Sebagian wilayah diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada Dasarian I November atau awal November. Wilayah tersebut antara lain sebagian besar Kabupaten Wonosobo, bagian timur Banjarnegara, serta sebagian kecil Temanggung, Kebumen, Banyumas, Brebes, Pemalang, Purbalingga, dan Tegal.
Namun, kondisi berbeda diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah pesisir utara Jawa Tengah. Sebagian wilayah Jepara, Pati, dan Rembang, serta sebagian kecil Demak, diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Dasarian II Desember atau pertengahan Desember 2026.
Goeroeh menjelaskan, perbedaan waktu awal musim hujan dipengaruhi oleh kondisi iklim setempat. Akibatnya, peningkatan curah hujan di satu wilayah tidak selalu diikuti kondisi serupa di daerah lainnya.
BMKG juga memperkirakan awal musim hujan di seluruh zona musim di Jawa Tengah mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal berdasarkan periode klimatologis 1991–2020.
Warga Diminta Antisipasi Kekurangan Air
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penyerangan Rombongan Persib U-18 di Rest Aera Batang
-
Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kg, Pemprov Jateng Gelar Pasar Murah
-
Musim Hujan Mundur hingga Desember, 7 Kabupaten di Jateng Masih Awas Kekeringan
-
Ditinggal Orang Tua Belanja, Balita 2 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pati
-
Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan