- Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan peringatan ke-81 Pertempuran Lima Hari di Tugu Muda pada Rabu malam (14/10/2026).
- Ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat dijadwalkan mengikuti upacara dan pementasan teatrikal sejarah perjuangan kemerdekaan tersebut.
- Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan rekayasa lalu lintas dan kantong parkir untuk mendukung kelancaran acara.
Salah satu agenda yang menjadi ciri khas peringatan adalah teatrikal sejarah oleh Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang dan Teater Pitoelas bersama berbagai pihak. Pertunjukan tersebut akan menggambarkan kembali kisah pertempuran di kawasan tempat peristiwa bersejarah itu berlangsung.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi napak tilas, upacara, dan pembacaan cuplikan sejarah Pertempuran Lima Hari. Melalui rangkaian tersebut, masyarakat diajak memahami kembali peristiwa yang menjadi bagian penting perjalanan Kota Semarang dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Tugu Muda
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Tugu Muda dan sekitarnya. Rekayasa lalu lintas diberlakukan pada Selasa (13/10) untuk gladi bersih dan Rabu (14/10) saat upacara berlangsung, mulai pukul 17.00 WIB.
Sejumlah titik penutupan dan pengaturan arus disiapkan di depan LP Wanita Bulu, Simpang Kariadi, Simpang Eka Karya Pandanaran, dan Simpang Paragon.
Masyarakat yang datang untuk menyaksikan peringatan dapat memanfaatkan kantong parkir yang disediakan di Pasar Bulu, Udinus, Gereja Katedral, dan Ruko Pandanaran.
Penyesuaian rute juga dilakukan terhadap layanan Trans Semarang, meliputi Koridor 1, 2, 3, 4, 5, 8, dan Feeder 1B.
Pemerintah Kota Semarang mengharapkan masyarakat dapat mengikuti rangkaian peringatan dengan tertib, sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk mengenang pengorbanan para pejuang.
Peringatan Pertempuran Lima Hari ke-81 diharapkan tidak sekadar menjaga tradisi tahunan, tetapi juga menumbuhkan pemahaman generasi muda bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan masyarakat di masa lalu.
Baca Juga: Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Tugu Muda Kembali Jadi Saksi, Semarang Hidupkan Pertempuran Lima Hari 1945
-
KDM di Undip: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan, daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak
-
Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Jangkau 60.000 Desa di Indonesia
-
Minta Maaf ke Warga Cilacap, Bupati Nonaktif Syamsul Auliya Rachman Bantah Terlibat Pengumpulan THR