Budi Arista Romadhoni
Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:43 WIB
Tugu Muda Semarang (Suara.com)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan peringatan ke-81 Pertempuran Lima Hari di Tugu Muda pada Rabu malam (14/10/2026).
  • Ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat dijadwalkan mengikuti upacara dan pementasan teatrikal sejarah perjuangan kemerdekaan tersebut.
  • Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan rekayasa lalu lintas dan kantong parkir untuk mendukung kelancaran acara.

Salah satu agenda yang menjadi ciri khas peringatan adalah teatrikal sejarah oleh Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang dan Teater Pitoelas bersama berbagai pihak. Pertunjukan tersebut akan menggambarkan kembali kisah pertempuran di kawasan tempat peristiwa bersejarah itu berlangsung.

Rangkaian kegiatan lainnya meliputi napak tilas, upacara, dan pembacaan cuplikan sejarah Pertempuran Lima Hari. Melalui rangkaian tersebut, masyarakat diajak memahami kembali peristiwa yang menjadi bagian penting perjalanan Kota Semarang dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Tugu Muda

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Tugu Muda dan sekitarnya. Rekayasa lalu lintas diberlakukan pada Selasa (13/10) untuk gladi bersih dan Rabu (14/10) saat upacara berlangsung, mulai pukul 17.00 WIB.

Sejumlah titik penutupan dan pengaturan arus disiapkan di depan LP Wanita Bulu, Simpang Kariadi, Simpang Eka Karya Pandanaran, dan Simpang Paragon.

Masyarakat yang datang untuk menyaksikan peringatan dapat memanfaatkan kantong parkir yang disediakan di Pasar Bulu, Udinus, Gereja Katedral, dan Ruko Pandanaran.

Penyesuaian rute juga dilakukan terhadap layanan Trans Semarang, meliputi Koridor 1, 2, 3, 4, 5, 8, dan Feeder 1B.

Pemerintah Kota Semarang mengharapkan masyarakat dapat mengikuti rangkaian peringatan dengan tertib, sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk mengenang pengorbanan para pejuang.

Peringatan Pertempuran Lima Hari ke-81 diharapkan tidak sekadar menjaga tradisi tahunan, tetapi juga menumbuhkan pemahaman generasi muda bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan masyarakat di masa lalu.

Baca Juga: Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan

Load More