Budi Arista Romadhoni
Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:43 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan keprihatinan atas dugaan OTT KPK terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pada 15 Oktober 2026.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional di Universitas Kristen Salatiga, Kota Salatiga, pada hari yang sama.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih menunggu konfirmasi resmi dari KPK terkait status hukum bupati tersebut.

SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan keprihatinannya atas kabar operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga

melibatkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Namun, ia masih menunggu keterangan resmi dari KPK.

Hal itu disampaikan Luthfi seusai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kota Salatiga, Kamis, 15 Oktober 2026.

“Kalau itu benar, saya merasa prihatin,” kata Luthfi saat dimintai tanggapan awak media.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama ini terus mengingatkan para kepala daerah untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan tata kelola yang baik.

“Di wilayah kita juga sering kita ingatkan para bupati dan wali kota untuk menciptakan clean and good government,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai langkah selanjutnya, terlebih Wakil Bupati Klaten baru dilantik, Luthfi menegaskan pihaknya masih menunggu kepastian dari KPK.

Sebagaimana diberitakan, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dikabarkan terjaring OTT KPK pada Kamis, 15 Oktober 2026. Namun, hingga pemberitaan awal tersebut diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari KPK mengenai operasi maupun status hukum yang bersangkutan.

Sebelumnya, Luthfi baru saja melantik Mahanni Yulindha Pratiwi sebagai Wakil Bupati Klaten di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin, 12 Oktober 2026. Mahanni dilantik untuk mengisi sisa masa jabatan 2025–2030, menggantikan Benny Indra Ardianto yang meninggal dunia pada Februari 2026.

Baca Juga: Wapres Gibran dan Ahmad Luthfi Turun Tangan, 700 Lebih Warga Batang Terdampak Dugaan Keracunan MBG

Load More