Budi Arista Romadhoni
Senin, 19 Oktober 2026 | 07:53 WIB
Ilustrasi suhu panas di Indonesia. (Pixabay)
Baca 10 detik
  • BMKG memprakirakan Kota Semarang mengalami cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 37 derajat Celsius pada 19 Oktober 2026.
  • Wilayah pegunungan Jawa Tengah berpotensi hujan ringan dan masyarakat harus mewaspadai ancaman kebakaran hutan selama musim kemarau.
  • Tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah diprakirakan mencapai empat meter sehingga warga pesisir harus waspada.

SuaraJawaTengah.id - Warga Kota Semarang perlu bersiap menghadapi cuaca panas pada Senin (19/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang memperkirakan cuaca cerah hingga cerah berawan pada pagi hingga siang hari, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang berlaku pada 19 Oktober 2026 pukul 07.00 hingga 19.00 WIB, kondisi cuaca di Semarang diperkirakan berubah menjadi cerah berawan hingga berawan pada sore sampai awal malam.

Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar 10–30 kilometer per jam. Sementara itu, suhu udara diprakirakan berada pada rentang 27–37 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 35–75 persen.

Data pengamatan Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani Semarang pada pukul 06.00 WIB mencatat kondisi cerah berawan. Saat itu, suhu udara tercatat 27,3 derajat Celsius, kelembapan udara 79 persen, serta angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 5 kilometer per jam.

Wilayah Pegunungan Jateng Berpotensi Hujan

Sementara itu, kondisi cuaca di Jawa Tengah secara umum diprakirakan cerah hingga cerah berawan pada pagi hingga siang hari. Pada sore hingga awal malam, cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan.

BMKG juga memperingatkan potensi hujan ringan yang tidak merata di wilayah pegunungan bagian barat Jawa Tengah dan sekitarnya.

Di tengah kondisi cuaca yang relatif kering, BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.

Baca Juga: Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut

Gelombang Laut Selatan Jateng Capai 4 Meter

BMKG mencatat tinggi gelombang di perairan utara Jawa Tengah berkisar 0,1–1,25 meter. Adapun tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah diprakirakan mencapai 1,25–4 meter.

Perbedaan kondisi gelombang tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut, terutama yang beraktivitas di perairan selatan Jawa Tengah.

Informasi prakiraan cuaca ini disusun berdasarkan dokumen BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang yang ditandatangani prakirawan Ferry Oktarisa pada 19 Oktober 2026.

Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

Load More