Budi Arista Romadhoni
Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:40 WIB
Ilustrasi waspada Tsunami di Selatan Jawa Tengah atau Cilacap. [Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]
Baca 10 detik
  • BMKG menyatakan wilayah pesisir Cilacap berpotensi menghadapi tsunami setinggi 15 meter dengan estimasi waktu tiba 43–45 menit setelah gempa.
  • Plt Kepala BBMKG Wilayah II Ana Oktavia Setiowati menyampaikan pentingnya edukasi dan pelatihan evakuasi berkala dalam pembukaan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Cilacap pada Rabu (21/10/2026).
  • Upaya mitigasi bencana diperkuat dengan pemasangan peralatan pemantau BMKG serta penyiapan jalur dan tempat evakuasi guna mengurangi korban jiwa serta kerugian materi.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, Hery Susanto Wibowo, mengatakan sekolah lapang menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi bencana melalui edukasi, pelatihan, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Cilacap terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami, sekaligus memperkuat kemampuan evakuasi dan koordinasi antarpihak.

Dengan potensi ancaman yang ada, kesiapsiagaan perlu menjadi bagian dari keseharian masyarakat pesisir Cilacap. Mengenali jalur evakuasi, mengetahui lokasi aman, dan memahami langkah penyelamatan diri sejak dini menjadi upaya penting agar masyarakat tidak kehilangan waktu berharga ketika gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami terjadi.

Load More