- Mayjen TNI Sriyanto dilantik Presiden Prabowo sebagai Wakil Kepala BPGMN pada Oktober 2026.
- Sriyanto mendorong koordinasi lintas sektor melalui workshop penanganan karhutla di Palembang pada akhir Oktober 2026.
- Ia menekankan pemanfaatan teknologi deteksi dini dan pengembangan potensi ekonomi alternatif untuk melindungi ekosistem gambut.
Menurut pendekatan yang ia terapkan, penataan aset perlu memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga ketenteraman warga.
Sriyanto juga mendorong keterlibatan masyarakat dan kalangan perguruan tinggi dalam berbagai kegiatan teritorial. Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), misalnya, dilibatkan dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Kegiatan tersebut mencakup penyediaan air bersih, konservasi alam, pendampingan sekolah luar biasa, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Pengalaman ini menjadi salah satu gambaran pendekatan yang menghubungkan pelaksanaan tugas institusi dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pernah Turun Langsung Padamkan Karhutla Way Kambas
Pengalaman Sriyanto dalam penanganan karhutla juga menjadi bagian penting dari rekam jejaknya.
Saat kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), ia turun langsung melakukan pemadaman di sejumlah titik krusial. Penanganan dilakukan dengan dukungan dua mobil pemadam kebakaran, satu mobil tangki air, truk NPS, serta drone.
Pengalaman tersebut relevan dengan tugas barunya di BPGMN, yang berkaitan dengan perlindungan dan pemulihan ekosistem gambut serta mangrove.
Namun, penanganan karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri. Kebakaran tidak hanya berkaitan dengan api di permukaan, tetapi juga kondisi kelembapan gambut, ketersediaan air, tata kelola lahan, serta aktivitas manusia di sekitarnya.
Baca Juga: Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara
Karena itu, Sriyanto menilai penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Diperlukan kolaborasi lintas disiplin dan koordinasi antarlembaga agar pencegahan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.
Ingin Deteksi Dini Karhutla Berbasis Teknologi
Usai dilantik sebagai Wakil Kepala BPGMN, Sriyanto menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk memperkuat sistem pemantauan dan deteksi dini kebakaran.
Ia mengatakan, pemantauan tidak cukup hanya menunjukkan kondisi lapangan. Data yang dikumpulkan perlu diolah untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis hubungan antarfaktor, hingga menyusun proyeksi risiko.
“Jadi kalau pembuatan kita hanya sekadar pemantauan, ya kurang pas. Jadi harus bisa mendeteksi, mengidentifikasi semua permasalahan yang ada, kemudian kita membuat analisa korelasi, dan akhirnya kita membuat proyeksi,” ujar Sriyanto.
Ia mencontohkan kondisi muka air gambut yang turun di bawah ambang tertentu sebagai salah satu indikator yang perlu segera ditindaklanjuti. Upaya pembasahan, termasuk melalui sekat kanal, perlu didukung pemetaan kondisi secara terperinci agar tindakan pencegahan bisa dilakukan pada titik yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
Terkini
-
Rayakan Semangat Sumpah Pemuda, BRI Hadirkan Promo Hemat untuk Kuliner hingga Belanja
-
Di Hari Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Aksi Nyata Pemuda Atasi Persoalan Masyarakat
-
Atlet Silat Event Porprov Jateng Meninggal Dunia: Sempat Cedera di Tengah Kompetisi
-
Dari Medan Perang hingga Turun Padamkan Karhutla: Ini Rekam Jejak Mayjen TNI Sriyanto Pimpin BPGMN
-
Kembangkan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, Polisi Gerebek Ponpes di Karanganyar