- Banjir rob di Pantura Jawa Tengah, termasuk Pekalongan, berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga ratusan triliun rupiah.
- Penanganan genangan memerlukan pendekatan beragam seperti perlindungan, penyesuaian bangunan, dan relokasi warga tanpa mengandalkan tanggul laut saja.
- Genangan permanen di Kabupaten Pekalongan telah merusak permukiman, menghilangkan sumber penghidupan, dan memaksa warga melakukan relokasi.
SuaraJawaTengah.id - Ancaman banjir rob dan genangan pesisir permanen di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah tidak lagi sekadar persoalan lingkungan.
Bencana yang berlangsung secara perlahan tersebut berpotensi memicu kerugian ekonomi hingga ratusan triliun rupiah apabila tidak ditangani secara serius dan terintegrasi.
Arif Ganda Purnama dari Prosper Global Indonesia mengungkapkan, berdasarkan kajian yang dilakukan, kerugian akibat banjir dan rob di wilayah Pekalongan mencapai Rp31,1 triliun.
Bahkan, jika cakupan perhitungan diperluas ke seluruh kawasan Pantura Jawa Tengah, potensi kerugiannya diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah.
"Apabila dihitung Pantura Jateng, prediksi ratusan triliun rupiah," kata Arif kepada wartawan usai diskusi penanganan banjir dan rob Pantura Jawa Tengah di Somerset Hotel, Semarang, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, dampak banjir rob tidak hanya mengancam permukiman, tetapi juga sektor ekonomi masyarakat, terutama pertanian dan perikanan.
Petani dan petambak menjadi kelompok yang paling rentan karena aktivitas ekonominya sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan ketersediaan lahan produktif.
Persoalan ini semakin kompleks karena setiap kawasan pesisir memiliki karakteristik geografis, tingkat kerentanan, serta kondisi sosial masyarakat yang berbeda.
Arif menilai, penanganan banjir dan rob tidak bisa dilakukan dengan satu pendekatan yang disamaratakan untuk seluruh wilayah Pantura.
Baca Juga: Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting
Giant Sea Wall Bukan Jawaban Tunggal
Salah satu wacana yang mengemuka untuk mengatasi ancaman banjir rob di Pantura adalah pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa.
Namun, Arif mengingatkan agar pembangunan infrastruktur tersebut tidak dianggap sebagai satu-satunya jawaban atas persoalan pesisir.
"Pembangunan tanggul tidak bisa menjadi satu-satunya solusi yang diterapkan secara seragam," tegasnya.
Menurut Arif, pembangunan tanggul maupun infrastruktur pengendali banjir memang dapat diterapkan di kawasan tertentu. Namun, wilayah lainnya membutuhkan pendekatan berbeda, seperti pemulihan ekosistem dan strategi adaptasi masyarakat.
Penanganan juga harus mempertimbangkan kondisi sosial, psikologis, hingga budaya masyarakat pesisir agar kebijakan yang diterapkan tidak justru mengganggu kehidupan warga secara drastis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026