Budi Arista Romadhoni
Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:47 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah.
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah menyatakan pelestarian kesenian tradisional membutuhkan pembinaan berkelanjutan dan perluasan ruang tampil seniman.
  • Pendidikan seni melalui ekstrakurikuler sekolah dan pengenalan sejak dini dinilai efektif menumbuhkan kecintaan generasi muda pada budaya lokal.
  • Penggabungan unsur musik tradisional dan modern diusulkan sebagai solusi agar kesenian daerah tetap relevan bagi anak muda.

SuaraJawaTengah.id - Pelestarian kesenian tradisional membutuhkan perhatian dan pembinaan berkelanjutan agar warisan budaya daerah tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Sebab pelestarian seni tradisi menjadi kunci menjaga identitas budaya daerah.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, nilai budaya yang terkandung dalam kesenian tradisional perlu terus diwariskan agar tidak tergerus perubahan zaman.

"Karena itu, pelestarian tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan bentuk pertunjukan, tetapi juga perlu disertai pembinaan seniman dan perluasan ruang tampil bagi kelompok kesenian daerah," ujarnya.

Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, dukungan terhadap seniman lokal, termasuk melalui kesempatan tampil di berbagai kegiatan, menjadi salah satu upaya menjaga keberlangsungan seni tradisional sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.

"Karena dari berbagai kesenian tradisional yang ada, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media penyampaian nasihat, petuah, dan nilai-nilai kehidupan yang tumbuh dalam masyarakat," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng ini.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah.

Kakung menambahkan, upaya memperkenalkan kesenian daerah sejak usia dini sangat efektif menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap budaya lokal.

"Pendidikan seni melalui ekstrakurikuler di sekolah bisa menjadi langkah awal yang menyenangkan untuk mengenalkan musik tradisional. Saat anak-anak mengenal budaya, akan tumbuh rasa memiliki dan keinginan untuk melestarikannya," jelasnya.

Nilai-nilai budaya seperti ngopeni (merawat) dan nglakoni (menjalani), kata Kakung, diyakini akan tumbuh secara alami apabila generasi muda memiliki kedekatan emosional dengan keseniannya.

"Pelibatan aktif dalam kegiatan budaya seperti karawitan, lengger, dan teater daerah menjadi bentuk nyata pelestarian tersebut," kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Baca Juga: Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia

Meski begitu, tantangan tetap muncul, khususnya dalam menjangkau minat anak muda yang cenderung lebih tertarik pada tren musik modern. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menggabungkan unsur musik tradisional dan modern agar tetap relevan dan mudah diterima.

“Kalau anak muda biasanya tertarik dengan tren yang saat ini. Untuk mengakalinya, maka bisa mengkolaborasikan antara yang modern dengan yang tradisional,” bebernya.

Dukungan dari lembaga pendidikan dan pemerintah daerah juga sangat penting dalam menjaga eksistensi seni tradisional. Melalui lomba, festival, dan ajang kreativitas lainnya, generasi muda diberi ruang untuk mengekspresikan diri sekaligus mencintai budaya lokal.

“Harapan kami, anak muda bisa merasa dekat dengan seni daerah dan melihatnya sebagai sesuatu yang relevan, bukan kuno. Dengan perkenalan sejak dini, mereka akan bersemangat berkreasi dan menggabungkannya dengan musik modern,” tandasnya.

Load More