Skenario Bangun Indonesia ala PSI, Nomor 01 Jelas dan Nomor 02 Suram

Masyarakat harus cerdas memilih skenario yang sudah jelas dan tidak yang berisi tentang kebohongan.

Chandra Iswinarno
Minggu, 31 Maret 2019 | 20:00 WIB
Skenario Bangun Indonesia ala PSI, Nomor 01 Jelas dan Nomor 02 Suram
Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (31/3/2019). [Suara.com/Adam Iyasa]

SuaraJawaTengah.id - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman mengungkap ada dua pilihan skenario bagi masyarakat dalam membangun Indonesia.

Masyarakat harus cerdas memilih skenario yang sudah jelas dan tidak yang berisi tentang kebohongan.

"Indonesia ada di persimpangan jalan, skenario pertama ada jalan 1 yakni Indonesia yang maju, moderen dan kuat, jalannya sudah kelihatan sekarang," kata Andy Budiman, disela pembekalan kader PSI Jawa Tengah, di Semarang, Minggu (31/3/2019).

Jalan itu kata Andy, sudah jelas dimana Indonesia saat ini masuk dalam G-20 negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia dari 198 negara.

Baca Juga:Ma'ruf Amin Batal Hadiri Kampanye Kreatif PDI-P

"Dengan pertumbuhan ekonomi diatas 1 triliun USD, ekonomi tumbuh stabil di atas lima persen. Negara lainnya bisa minus hanya satu sampai dua persen. Ini luar biasa," jelasnya.

Andy juga menyebut, berdasar prediksi lembaga survei dunia Price Waterhouse Coopers (PWC), pada 2045 Indonesia menjadi nomor empat negara kekuatan ekonomi dunia sejajar dengan Cina, Amerika Serikat dan India.

"Kita sedang menunju arah sana, tanda-tandanya ada, indikatornya sudah ada, Pak Jokowi sudah meletakkan jalan kearah sana, membangun infrastruktur besar-besaran," paparnya.

"Karenanya, menjadi penting untuk dipertahankan, dijaga dan dirawat jalan nomor satu ini," tegasnya.

Sebaliknya, skenario jalan nomor dua dikatakan Andy adalah jalan yang suram dan gelap, yang akan membawa Indonesia tidak hanya stagnan namun akan mengalami kemunduran.

Baca Juga:Viral Video Reino Barack Jadi Imam Salat, Warganet Sewot

"Ini jalan yang dialami tiga negara ada Afganistan, Pakistan, dan Suriah. Jalan dimana negara itu menghadapi kebuntuan, menghadapi konflik berkepanjangan suku, agama, ras dan golongan," jelasnya.

Dia menjelaskan, tiga negara itu pecah karena faktor kelompok ekstrim di Afganistan, ketidak percayaan politik di Pakistan, dan serangan hoaks yang hancurkan Suriah.

"Tanda-tandanya di Indonesia sudah terlihat, intoleransi semakin merajalela, hoaks fitnah disebar, dan kekerasan kelompok ekstrim yang merongrong NKRI dan Pancasila, dan kita bisa tafsirkan lihat saja itu programnya siapa," tuturnya.

Mantan jurnalis senior itu mengungkap jika skenario Indonesia di jalan nomor dua terjadi, maka akan mengalami kemunduran besar, dari apa yang dicita-citakan para pendiri negara.

"Udahlah, perbedaan itu sudah dirumuskan dan diselesaiakn oleh para founding fathers. Bentuknya sudah sepakat negara kita NKRI, kita kerjasama antar kelompok untuk negara maju. Itu alasan kami PSI juga untuk menyelamatkan politik. Kita nggak kunjung lihat itu terjadi, maka kita berdiri," jelasnya.

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak