Kisah Pilu Herwati, Keguguran Bayi Akibat Kerja Keras di TPS

Agung Sandy Lesmana
Kisah Pilu Herwati, Keguguran Bayi Akibat Kerja Keras di TPS
Ruswati (36), petugas KPPS yang mengalami keguguran akibat kelelahan jaga TPS. (satelitpost.com)

Perempuan berusia 36 tahun ini awalnya merasa sanggup menjadi petugas KPPS, meski usai kandungannya itu masih berusia 3 bulan.

Suara.com - Setelah 11 tahun lama menunggu, pupus harapan Ruswati untuk bisa mendapatkan anak kedua setelah janin bayi yang ada dalam kandungannya keguguran.

Diduga, penyebab kandungannya gugur itu karena Ruswati kelelahan saat bertugas menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 01, Desa Karangpucung, Kertanegara, Jawa Tengah.

Perempuan berusia 36 tahun ini awalnya merasa sanggup menjadi petugas KPPS, meski usai kandungannya itu masih berusia 3 bulan.

Tetapi, kenyataan berkata lain. Tugas KPPS jauh lebih berat dari penyelenggaraan pemilu sebelumnya. Dia beberapa kali lembur saat mempersiapkan pemungutan suara dan kerja keras pada hari pemungutan suara pada Rabu (17/4/2019).

Ternyata lelah menjalar di tubuh Ruswati. Saat buang air kecil sekitar pukul 23.00 WIB, dia mengalami pendarahan kecil. Meskipun kondisinya menurun, gugup, dan cemas, dia tetap menunaikan kewajiban menyelesaikan penghitungan suara hingga pukul 01.30 pagi.

“Kondisi masih kuat, ngisi-ngisi lembar hologram juga masih bisa,” kata Ruswati seperti dilansir Satelitpost.com--jaringan Suara.com, Jumat (26/4/2019).

Saat di rumah, Ruswati merasakan sakit di bagian perut dan kembali mengalami pendarahan. Ruswati bergegas ke dokter untuk memeriksakan kondisi janinnya. Namun, dokter mengatakan sudah tidak ada tanda kehidupan pada janinnya.

"Katanya dokter karena kecapean," kata Ruswati.

Rabu (24/4/2019), Ruswati ke RSUD Goeteng untuk menjalani kuret. Sedih, dia tidak memiliki BPJS dan biaya juga tidak ditanggung oleh Komisi Pemilihan Umum.

“Kami biayain sendiri, enggak ada BPJS. Syukur-syukur ada perhatian dari pemerintah,” katanya lesu.

Di ruang Bougenvil nomor 8E, beberapa komisioner KPU Purbalingga turun menjenguknya. Mereka menyampaikan keprihatinan dan memberi dukungan moral kepada Ruswati.

“Kami memberikan dukungan agar Ibu Ruswati bisa tabah dan cepat sembuh, bisa berkegiatan sehari-hari,” kata Komisioner KPU Purbalingga Divisi Sosialisasi Peran Serta Masyarakat dan SDM, Andri Supriyanto.

KPU Purbalingga mendata anggotanya yang mengalami musibah dan melaporkan ke KPU RI. Dukungan materiil atau pun bantuan akan menunggu keputusan dari pusat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS