Kunjungi Solo, Wisata Edukasi Rumah Atsiri Bisa Jadi Alternatif

Fabiola Febrinastri
Kunjungi Solo, Wisata Edukasi Rumah Atsiri Bisa Jadi Alternatif
Destinasi wisata Rumah Atsiri Indonesia. (Suara.com/Ari A)

Rumah wisata ini berjarak lebih kurang 38 kilometer dari Kota Solo.

Suara.com - Pesona Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, memang belum pudar. Kawasan wisata di lereng Gunung Lawu ini selalu dipadati ribuan pengunjung setiap libur Lebaran.

Suasana asri dan dinginnya alam pegunungan menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Selain di Grojogan Sewu, Kabupaten Karanganyar juga menyuguhkan destinasi wisata yang tidak kalah menariknya, yaitu Rumah Atsiri Indonesia. Tempat wisata ini masih berada di kawasan Tawangmangu, tepatnya di Desa Plumbon, Tawangmangu.

Rumah Atsiri berjarak lebih kurang 38 kilometer dari Kota Solo. Jarak ini bisa ditempuh dalam waktu lebih kurang satu jam perjalanan.

Ada dua jalur yang bisa dilalui, yakni lewat jalur Solo Karanganyar dan Solo Matesih.

Rumah Atsiri Indonesia merupakan sebuah kompleks edu rekreasi berbasis taman pertama di Indonesia. Kawasan wisata ini memiliki sejumlah fasilitas andalan, seperti taman atsiri, boutique, laboratorium, perpustakaan, MICE dan fasilitas lainnya.

Tempat wisata ini merupakan bekas Pabrik Citronella Indonesia - Bulgaria, yang sudah ada sejak 1963. Sekarang sudah direstorasi.

Dulunya, Citronella merupakan pabrik penyulingan terbesar di Asia pada eranya dan merupakan saksi bisu kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Bulgaria.

Seiring dengan perjalanan waktu, Rumah Atsiri Indonesia bertransformasi menjadi pusat berbagai kegiatan, yakni rekreasi, penelitian, dan pengembangan minyak atsiri. Rumah Atsiri Indonesia terintegrasi juga dengan museum minyak atsiri, fasilitas lab dan penelitian, kebun minyak atsiri, toko dan restoran.

Destinasi wisata Rumah Atsiri Indonesia. (Suara.com/Ari A)
Destinasi wisata Rumah Atsiri Indonesia. (Suara.com/Ari A)

"Di Rumah Atsiri, pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas menarik, seperti museum, taman koleksi, fasilitas pendidikan, perpustakaa, penelitian, restoran dan juga berbagai fasilitas menarik lainnya," terang Marketing Rumah Atsiri Indonesia, Paramitha Sari Indah W, kepada Suara.com, Jateng, Kamis (6/6/2019).

Museum ini, Mitha melanjutkan, menyimpan dan merawat koleksi beragam peralatan penyulingan dan alat-alat lainnya. Sedangkan untuk taman memiliki berbagai koleksi, seperti Taman Koleksi Rumah Atsiri, Rumah Kaca Rumah Atsiri, Plaza Marigold, dan Taman Pembibitan Rumah Atsiri.

"Di fasilitas pendidikan, ada lab untuk siswa, mulai dari tingkat TK sampai SMA. Ada banyak program yang dipilih oleh pengujung, seperti membuat bath bomn, essential oil, hand shoap, hand sanitizer dan lainnya, dengan hasil prakarya yang dapat dibawa pulang," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Mitha, ada fasilitas toko yang menyediakan berbagai produk hasil pengolahan atsiri, seperti sabun, parfum dan lainnya. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Rumah Atsiri Indonesia, tempat ini buka mulai pukul 10.00 WIB sampai 17.00 WIB.

"HTM untuk memasuki kawasan Rumah Atsiri Indonesia, gratis. Namun pengunjung diwajibkan untuk membeli voucher deposit card senilai Rp 50 ribu per card. Fungsinya dapat digunakan sebagai alat transaksi di Rumah Atsiri. Misalnya untuk pembelian makanan dan minuman, suvenir, atau mengikuti tur taman koleksi Rumah Atsiri. Jika nilai deposit habis, pengujung dapat menambahkannya dalam bentuk cash," pungkas Mitha.

Destinasi wisata Rumah Atsiri Indonesia. (Suara.com/Ari A)
Destinasi wisata Rumah Atsiri Indonesia. (Suara.com/Ari A)
Kontributor : Ari Purnomo

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS