Lewat Platform JAGA, KPK Ingin Masyarakat Terlibat Aktif Cegah Korupsi

Diharapkan, dengan adanya pelatihan ini, masyarakat akan semakin paham serta dapat menggunakan JAGA sebagai sarana advokasi dan edukasi kepada masyarakat.

Agung Sandy Lesmana
Sabtu, 15 Juni 2019 | 19:54 WIB
Lewat Platform JAGA, KPK Ingin Masyarakat Terlibat Aktif Cegah Korupsi
KPK mengadakan workshop mengenai platform JAGA. (Suara.com/Ari Purnomo)

SuaraJawaTengah.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkenalkan platform bernama JAGA kepada masyarakat Solo, Jawa Tengah, Sabtu (15/6/2019). Platform JAGA ini ditujukan agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan korupsi, salah satunya di bidang kesehatan.

Pengenalan platform JAGA ini dikemas dalam sebuah working yang diadakan di Poltekkes. Sejumlah pihak yang dilibatkan diantaranya, dari Dinas Kesehatan Kota Solo, Dinas Kesehatan Propinsi, BPJS Kesehatan, perwakilan dai LSM, dosen, guru, serikat pekerja dan juga asosiasi profesi.

Perwakilan dari KPK, Indira Malik selaku Fungsional Direktorat Pengolahan Informasi dan Data KPK menjelaskan, dalam Platform ini nantinya tidak hanya sebatas aduan dari masyarakat saja. Tetapi, di dalamnya juga akan ada interaksi dari berbagai pihak.

"Seperti dari masyarakat, dinas dan juga dari pihak lain. Jadi ada interaksi tidak hanya sebatas laporan. Masyarakat juga ikut membantu untuk pencegahan korupsi," terang Indira kepada Suara.com saat ditemui di lokasi workshop.

Baca Juga:KPK Kerjasama dengan Inggris Melatih Penyidik untuk Pencegahan Korupsi

KPK mengadakan workshop mengenai platform JAGA. (Suara.com/Ari Purnomo)
KPK mengadakan workshop mengenai platform JAGA. (Suara.com/Ari Purnomo)

Selain workshop, keiatan ini juga diselenggarakan FGD, presentasi dan juga berbagai kegiatan pendukung lainnya. Diharapkan, dengan adanya pelatihan ini, masyarakat akan semakin paham serta dapat menggunakan JAGA sebagai sarana advokasi dan edukasi kepada masyarakat.

"Sehingga bisa menambah pengguna aktif yang signifikan. Saat ini jumlah peserta BPJS di seluruh Indonesia sekitar 221 juta, tetapi yang menggunakan JAGA baru sekitar 13 ribu saja," imbuhnya.

Kemudian, percontohan yang diadakan di Solo bisa menjadi cerita sukses yang bisa diimplementasikan di daerah lain. "JAGA ini sebagai bntuk baru pencegahan korupsi masa depan dengan berbasis digital," pungkasnya.

Kontributor : Ari Purnomo

Baca Juga:Jokowi Puji Boyolali Dalam Upaya Pencegahan Korupsi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak