Mengedukasi Toleransi Anak lewat Film Pendek

Pengambilan gambar film pendek ini dilakukan di tiga desa yang ada di Purbalingga.

Chandra Iswinarno
Selasa, 18 Juni 2019 | 22:07 WIB
Mengedukasi Toleransi Anak lewat Film Pendek
Pengambilan gambar film pendek karya anak SMA yang menggambarkan toleransi dilakukan di salah satu desa daerah Purbalingga, Jawa Tengah. [Dok. CLC Purbalingga]

SuaraJawaTengah.id - Dunia perfilman dapat dijadikan media untuk mengedukasi anak-anaknya. Namun, untuk mencari film ramah anak, rasanya tidak mudah, akhir-akhir ini.

Hal itu pula yang kemudian menjadi perhatian sub-ekstrakulikuler Teater Brankas SMA Negeri 2 Purbalingga, Jawa Tengah. Lewat Brankas Film, para pelajar ini menyuguhkan film pendek bergenre anak-anak.

Sutradara Nazahah Kusnun Khotimah menceritakan, sesuai tema yang diusung, film pendek garapannya mengambil judul “Tepa Selira” (Toleransi). Film yang produksinya difasilitasi Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga ini berkisah tentang tiga sahabat dengan latar agama berbeda. Amir beragama Islam, Kusno penganut kepercayaan, dan Ayong beragama Konghucu.

Salah satu adegan menonjol yang akan diperlihatkan, saat Ayong diperintah mamanya mencari buah lamtorogung (petai cina) untuk jamu engkongnya. Dalam melaksanakan perintah itu, ia dibantu dua sahabat tersebut.

Baca Juga:Rayakan Hari Film Nasional, CLC Buka Kisah Kelam Orba Lewat Film Pendek AMD

Dalam perjalanan, terdengar suara azan Asar dari sebuah musala. Ayong mengingatkan Amir untuk salat, namun Amir tidak membawa sarung. Beruntung, Kusno yang memang sehari-hari memakai jarit, kemudian meminjaminya.

Produksi film sendiri sudah selesai dikerjakan, baru-baru ini. Ada tiga lokasi berbeda yang digunakan, yaitu Desa Slinga Kecamatan Kaligondang, Kelurahan Wirasana Kecamatan Purbalingga, dan Desa Dawuhan Kecamatan Padamara.

“Bagi kami, memproduksi film anak-anak merupakan tantangan tersendiri karena harus lebih ekstra dalam menghadapi pemain. Terlebih konten cerita yang bagi kami cukup berat namun menarik,” ungkap Nazahah Kusnun Khotimah, Selasa (18/6/2019).

Hal yang sama dirasakan Nicholas Jason Sugiarto yang berperan sebagai Ayong. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan dalam berperan.

“Aku kan kesehariannya memakai bahasa Indonesia, jadi sempat sulit saat membaca skenario memakai bahasa Banyumasan,” ujar siswa kelas V Sekolah Dasar Pius Purbalingga ini.

Baca Juga:Sambut Hari Film Nasional, CLC Purbalingga Gelar Pemutaran Film Pendek AMD

Sementara itu, Produser pelaksana Sekar Arum Pamularsi menyampaikan, penggarapan film sempat terpotong libur lebaran. Walau demikian, pada akhinya bisa tuntas dikerjakan, karena ditunjang kekompakan kru dan dukungan pihak sekolah.

Kontributor : Teguh Lumbiria

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak