Petani Kentang Dieng Waspadai Embun Upas yang Sebabkan Tanaman Mati

Chandra Iswinarno
Petani Kentang Dieng Waspadai Embun Upas yang Sebabkan Tanaman Mati
Suasana Dataran Tinggi Dieng pagi hari. [Suara.com/Chandra]

Tanaman kentang yang terdampak embun upas rata-rata baru berusia antara 30 hari hingga 40 hari.

Suara.com - Fenomena embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang menawarkan keindahan tersendiri bagi wisatawan. Justru, menjadi petaka bagi petani kentang di daerah tersebut.

Kemunculan embun upas, belakangan ini mengancam keberadaan tanaman kentang mereka. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, embun membeku itu membuat tanaman menjadi layu yang diikuti dengan mengeringnya tanaman tersebut. Kondisi tersebut sudah dirasakan sejumlah petani di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarenagara.

Kades Dieng Kulon, Slamet Budiono mengatakan, tanaman kentang yang mulai terkena itu, utamanya di dekat kawasan Candi Arjuna.

"Embun upas sudah berdampak, hanya masih relatif sedikit," kata Slamet Budiono kepada Suara.com, Selasa (25/6/2019).

Slamet menghitung, total luasan tanaman kentang di kawasan itu ada belasan hektare. Adapun yang terkena embun upas masih beberapa hektare.

"Total tanaman cukup luas, cuman kan kalau yang terdampak dari embun upas itu umumnya di lahan yang datar, di tegalan, di kompleks Candi Arjuna dan sekitarnya. Untuk tanaman yang rusak, baik layu maupun kering, itu mlenca-mlenca gitu lho mas (spot-spot). Tapi kalau dikumpulkan semua ya sekitar satu hektaran," kata Slamet Budiono.

Slamet menceritakan, tanaman kentang yang terdampak rata-rata baru berusia antara 30 hari hingga 40 hari.

"Sudah mulai ada yang layu. Begitu pagi kena embun upas, nanti siang itu layu, kemudian kering," kata dia.

Dalam pengamatan Slamet, kemunculan embun upas di musim kemarau tahun ini tergolong lebih awal.

"Sekarang ini lebih awal munculnya embun upas. Kalau biasanya kan antara bulan Agustus, Juli begitu. Ini malah kemarin-kemarin, di bulan Mei saja sudah muncul, sekali. Begitu juga bulan (Juni) ini," kata dia.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie sebelumnya menyampaikan, kemunculan embun membeku tidak terlalu berpengaruh bagi manusia. Hanya saja, masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan tersebut akan merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya.

"Untuk dampak pada tanaman, itu bisa mengakibatkan layu atau matinya bibit sayuran, khususnya yang belum cukup umur," jelas dia.

Kontributor : Teguh Lumbiria

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS