IAIN Surakarta Bantah LPPM UNUSIA Soal Hasil Riset Islam Trans Nasional

"Itu bukan penelitian, mereka tidak datang dan melakukan penelitian di kampus IAIN." kata Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Surakarta, Syamsul Bakri.

Chandra Iswinarno
Selasa, 25 Juni 2019 | 21:11 WIB
IAIN Surakarta Bantah LPPM UNUSIA Soal Hasil Riset Islam Trans Nasional
Kampus IAIN Surakarta. [www.iain-surakarta.ac.id]

SuaraJawaTengah.id - Kampus IAIN Surakarta disebut sebagai satu dari delapan kampus yang terdapat kelompok Islam ekslusif trans Nasional, pihak kampus buka suara.

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Surakarta Syamsul Bakri mengungkapkan hasil riset yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta bukanlah sebuah penelitian.

Menurutnya, keterlibatan salah seorang mahasiswa IAIN dalam aksi terorismu hanya diambil dari sebuah pemberitaan yang dilakukan LPPM UNUSIA.

"Itu bukan penelitian, mereka tidak datang dan melakukan penelitian di kampus IAIN. Mereka juga tidak bertemu dengan Rektor IAIN, mereka tidak bertemu dengan saya. Jadi saya berani jamin itu bukan penelitian," ungkap Syamsul saat dihubungi Suara.com melalui sambungan telepon, Selasa (25/6/2019).

Baca Juga:UNUSIA Minta PTN Berantas Organisasi Mahasiswa Radikalisme di Kampus

Lebih lanjut, Syamsul menyampaikan, bahwa yang ada dalam hasil penelitian yang disampaikan itu hanyalah dari pemberitaan yang tejadi pada tahun 2016 lalu. Pihaknya pun tidak membantah jika memang pernah ada salah seorang mahasiswa yang terlibat.

"Tapi kan itu hanya seorang mahasiswa yang terlibat jaringan dengan yang ada di luar kampus. Itu hanya indikasi saja, kalau ada mahasiswa yang pernah terlibat memang iya. Dan kami sudah melakukan tindakan tegas dengan memecatnya," tegasnya.

Sehingga menurutnya, tidak bisa sebuah pemberitaan itu dianggap sebagai hasil penelitian. Karena, yang terjadi memang tidaklah sebuah penelitian. "Kan tidak bisa satu kejadian dijadikan untuk pukul rata seperti itu. Kan bisa gempar," pungkasnya.

Untuk diketahui, LPPM UNUSIA Jakarta menemukan adanya kelompok Islam eksklusif trans nasional di 8 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pergerakan tersebut dikhawatirkan bisa menumbuhkan radikalisme di kalangan mahasiswa.

Peneliti LPPM UNUSIA Naeni Amanulloh menyebut delapan kampus tersebut ialah UNS Surakarta, IAIN Surakarta, UNDIP Semarang, UNNES Semarang, UGM Yogyakarta, UNY Yogyakarta, Unsoed Purwokerto, dan IAIN Purwokerto.

Baca Juga:8 Universitas Ini Disusupi Kelompok Islam Trans Nasional, Benih Radikalisme

Dia membagi kelompok Islam menjadi tiga, yakni Salafi, KAMMI, dan Gema Pembebasan (HTI). Kelompok Salafi disebut mengambil jarak pada isu politik dan lebih menekankan pada syariah murni.

Sementara kelompok KAMMI dan GP-HTI cenderung membawa politik sebagai bagian yang tak boleh ditinggal dalam beragama. KAMMI memperjuangkan penerapan syariah di masyarakat dari dalam sistem demokrasi.

Kontributor : Ari Purnomo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak