Harga Ayam Hidup Dibawah HPP, Peternak dan Perusahan Sama-sama Buntung

Turunnya harga ayam hidup di pasaran menurutnya mulai terlihat saat lebaran, kemudian makin jatuh sepekan setelah lebaran.

Chandra Iswinarno
Rabu, 26 Juni 2019 | 15:21 WIB
Harga Ayam Hidup Dibawah HPP, Peternak dan Perusahan Sama-sama Buntung
Pembagian ayam gratis di Semarang. [Suara.com/Adam Iyasa]

SuaraJawaTengah.id - Peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah beserta perusahaan penyuplai ayam hidup mengaku rugi besar dengan harga jual ayam hidup di pasaran.

Mereka memprotes harga ayam hidup yang turun drastis di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP). Aksi protes mereka dengan membagikan 12.500 ekor ayam gratis pada masyarakat.

Seperti yang diakui perusahaan penyuplai ayam hidup PT Super Unggas Jaya (Suja) di Semarang. Perusahaan penyalur tersebut juga mengaku rugi besar, lantaran HPP jatuh dibanding harga pasaran pada pedagang besar dan eceran.

"Kami ambil dari peternak, HPP kita Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu, tapi harga jual kembali dibawah angka Rp 10 ribu," kata Ika Meta, dari PT Suja, usai bagi-bagi ayam gratis di Pasar Bulu Semarang, Rabu (26/6/2019).

Baca Juga:Bagi-Bagi Ribuan Ayam Gratis, Ini Tuntutan Apayo

PT Suja merupakan perusahaan penyuplai yang ditunjuk Pinsar Jateng untuk mendistribusikan ayam gratis ke sejumlah titik pasar dan tempat lainnya di Semarang sebanyak 12.500 ekor ayam pada hari itu.

Turunnya harga ayam hidup di pasaran menurutnya mulai terlihat saat lebaran, kemudian makin jatuh sepekan setelah lebaran.

"Ada over suplai, parahnya sepekan setelah lebaran. Harusnya kan harga saat lebaran dan paska itu lagi bagus-bagusnya, tapi ini kebalikan," ujarnya.

Pihaknya juga merasa bingung terjadinya over suply, padahal demand (permintaan) stabil. Dimana untuk kebutuhan pasar Semarang per hari perusahannya mendistribusikan sebanyak 60 - 70 ribu ekor ayam.

"Lebaran malah naik tiga kali lipat permintaan, tapi ya itu over suply, dari peternak yang siap panen 35 hari persiapan masih menumpuk belum dipanen," bebernya.

Baca Juga:Harga Ayam Ras Anjlok, Pinsar Jateng Sebut Ini Penyebabnya

"Harga di pasar untuk konsumen sebenarnya stabil, diangka Rp 30 ribuan ayam potong, tapi harga ayam hidup di kandang dibawah HPP. Tidak ada penyesuaian," imbuhnya.

Menurutnya, semua terdampak efek over suply terutama para peternak dan para perusahaan supplier sepertinya. Namun berbeda kebalikan pada tingkat pedagang besar dan eceran.

"Perusahan suplier akan mendistribusikan lagi ke broker, turun ke bakul, ke pedagang besar, ke pengecer, baru ke penjual pasar dan konsumen," jelasnya.

Dari mata rantai distribusi itu, kata Meta, yang masih bisa mendapat untung pada tingkat broker sampai pengecer. Mereka masih mempunyai nilai sepelling keuntungan penjualan antara Rp 2 ribu sampai Rp 2.500 per kilo ayam hidup.

"Dijual ke broker atau pedagang besar ya dibawah Rp 10 ribu, dari broker ke pengecer biasanya ada spelling sendiri biasanya Rp 2 ribu sampai Rp 2.500. Harusnya harga di pasar kan di bawah angka yang beredar," katanya.

Sementara, peternak ayam asal Semarang Dani Wardoyo mengalami kerugian besar pada peternakan ayamnya. Sebagai peternak rakyat dia hanya pasrah, bahkan ayamnya masih menunggu untuk dipanen padahal hampir melewati batas masa panen 35 hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak