alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gelisah Korban Arisan Fiktif, Ana Tidak Menyangka Jadi Korban Penipuan

Chandra Iswinarno Rabu, 26 Juni 2019 | 17:24 WIB

Gelisah Korban Arisan Fiktif, Ana Tidak Menyangka Jadi Korban Penipuan
Beberapa korban arisan fiktif senilai Rp 5 miliar melaporkan kasus yang dialaminya ke Mapolresta Surakarta. [Suara.com/Ari Purnomo]

Arisan WA mulanya berjalan lancar hingga tiga tahun. Namun di tahun keempat, justru terjadi hal yang tak diinginkan.

SuaraJawaTengah.id - Ana Maria masih tidak menyangka bakal menjadi korban penipuan bermodus arisan grup WhatsApp (WA). Parahnya, sang pelaku adalah teman yang sudah empat tahun dikenalnya, TR.

Perempuan 43 tahun itu menceritakan awal mula tertarik ikut arisan WA tersebut. Bermodal kepercayaan terhadap TR membuat Ana begitu saja menerima ketika TR menawarkannya ikut arisan yang dibuat melalui grup WA.

Ada beberapa jenis arisan dengan nominal yang berbeda dibuat oleh TR. Mulai dari yang terkecil Rp 10 juta sampai dengan yang terbesar Rp 100 juta. Setiap arisan itu dibuat dalam sebuah grup WA masing-masing, sesuai dengan besaran perolehan arisan.

"Arisan yang dibuat TR ini menggunakan sistem menurun. Jadi kalau ingin mendapatkan lebih cepat, maka dia harus membayar yang paling besar," terang Ana kepada Suara.com, Rabu (26/6/2019).

Baca Juga: Puluhan Warga Jadi Korban Arisan Fiktif, Total Kerugian Capai Rp 5 M

Sebaliknya, Ana menyampaikan, jika ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak maka harus sabar dan mendapatkan urutan buncit. Sistem itulah yang membuat Ana tertarik untuk ikut dalam arisan yang diadakan oleh TR.

Pada awalnya, ketika mengikuti arisan WA semua berjalan lancar. Hal tersebut terus berlangsung hingga tiga tahun kemudian. Namun, memasuki tahun keempat, justru terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Awalnya, arisan berjalan lancar. Dan arisan yang dibuat oleh TR ini sudah berjalan selama tiga tahun, dan lancar. Tidak tahu kok jadinya kayak gini," urainya.

Di arisan ini, Ana tidak hanya ikut dalam satu grup saja, tetapi juga tiga grup dengan besaran perolehan yang berbeda-beda. Tak hanya itu, Ana juga mengatakan, juga ditawari untuk membeli arisan yang ditawarkan oleh TR.

"Saya juga ditawari untuk membeli arisan. Saya ikut tiga dan juga membeli arisan itu," katanya.

Baca Juga: Emak Dua Anak Ini Diciduk Polisi Usai Tipu Ibu-ibu Arisan PKK

Jumlah kerugian yang dialami Ana pun cukup besar hingga mencapai Rp 250 juta.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait