Sapi Kurban Jokowi Terlalu Besar, Batal Disembelih Pakai Alat Ini

Dwi Bowo Raharjo
Sapi Kurban Jokowi Terlalu Besar, Batal Disembelih Pakai Alat Ini
Alat perebah sapi hasil inovasi takmir Masjid Agung Solo. (Solopos/Nicolaus Irawan)

Terlalu Besar, Sapi Kurban Jokowi Batal Disembelih Pakai Perebah Sapi Inovasi Masjid Agung Solo

Suara.com - Pemotongan hewan kurban di Masjid Agung Solo, Jawa Tengah, menggunakan alat khusus bernama perebah sapi, Minggu (11/8/2019). Alat perebah sapi tersebut merupakan hasil inovasi takmir Masjid Agung Solo secara mandiri.

Seperti diberitakan Solopos.com - jaringan Suara.com, alat khusus perebah sapi itu awalnya hendak dipakai untuk menyembelih sapi kurban dari Presiden Jokowi. Namun, rencana itu dibatalkan karena sapi yang disumbangkan kepala negara ukurannya terlalu besar.

Diketahui, Jokowi membeli sapi jenis simental dari peternakan Lembu Suro, Boyolali, Jawa Tengah. Sapi tersebut memiliki bobot mencapai 1.505 kilogram.

Tetapi, alat khusus perebah sapi senilai Rp 21 juta itu dipakai untuk menyembelih hewan kurban lainnya yang disalurkan lewat Masjid Agung Solo. Alat tersebut dibuat oleh takmir Masjid Agung Solo setelah melihat tayangan video di Youtube.

Untuk diketahui, alat untuk menyembelih itu berbentuk kubus yang bisa diputar. Sapi kurban awalnya dimasukkan ke kotak tersebut yang terdapat lubang khusus untuk menyembulkan kepala sapi. Kemudian, beberapa orang memutar alat tersebut untuk memudahkan proses penyembelihan.

Presiden Jokowi berkurban dua ekor sapi untuk Masjid Agung dan Masjid Al Wustho, Solo, Jawa Tengah. Sapi tersebut berjenis simental dengan bobot 1,4 ton dan 1,3 ton atau total 2,7 ton. [Suara.com/Ari Purnomo]
Presiden Jokowi berkurban dua ekor sapi untuk Masjid Agung dan Masjid Al Wustho, Solo, Jawa Tengah. Sapi tersebut berjenis simental dengan bobot 1,4 ton dan 1,3 ton atau total 2,7 ton. [Suara.com/Ari Purnomo]

Pengoperasian alat khusus perebah sapi itu membutuhkan tenaga minimal empat orang.

Kasi TU Takmir Masjid Agung Solo, Muh. Alif, mengatakan alat perebah sapi hasil inovasi takmir masjid itu dioperasikan secara manual, tanpa menggunakan listrik atau hidrolik. Alat tersebut bisa digunakan untuk merebahkan sapi berbobot hingga 1,5 ton.

Posisi sapi yang sudah rebah tanpa harus dipegang banyak orang itu membuat proses penyembelihan lebih mudah.

“Setelah sapi disembelih, menggunakan roda yang sama, alat dimiringkan sedikit lalu dindingnya ditarik ke atas. Berat sapi akan membuatnya jatuh ke tempat yang disediakan. Sesudah itu, proses penyembelihan sapi berikutnya bisa dimulai lagi,” kata Alif.

 
 

Alif menuturkan, prosesnya penyembelihan alat ini dinilai lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan manual. Teknik operasional dimulai dari mendorong sapi ke alat perebah berukuran panjang 2,5 meter, lebar 1,4 meter, dan tinggi 1,85 meter itu.

Setelah sapi berada di tengah-tengah alat, salah satu dinding didorong menempel ke tubuh sapi hingga ke sisi dinding satunya. Pintu alat dikunci dan kepala sapi diletakkan di lubang berpengaman.

Dua roda besar di kedua ujung alat kemudian diputar hingga sapi rebah. Saat itulah, giliran petugas penyembelih hewan bekerja menggunakan syariat Islam.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS