Aksi Warga Boikot Hajatan Karena Beda Pilihan Pilkades Nyaris Terulang

Chandra Iswinarno
Aksi Warga Boikot Hajatan Karena Beda Pilihan Pilkades Nyaris Terulang
Jajaran Polsek Sumberlawang dan Koramil Sumberlawang hadir di pesta pernikahan yang digelar Juwadi di Dukuh Jetak, RT 013, Desa Hadiluwih, Sumberlawang, Sragen, Rabu (30/10/2019). [Istimewa/Solopos.com]

Namun, aksi tersebut gagal setelah anggota Polsek Sumberlawang ikut menghadiri hajatan yang digelar Juwadi pada Rabu (30/10/2019).

Suara.com - Masih ingat dengan aksi boikot warga lantaran perbedaan pilihan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Dukuh Jetak RT 13 Desa Hadiluwih Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen yang terjadi terhadap warga yang bernama Suhartini pada Rabu (16/10/2019) silam.

Kejadian serupa ternyata nyaris dialami tetangganya, Juwadi yang menggelar hajatan mantu di wilayah yang sama. Namun, aksi tersebut gagal setelah anggota Polsek Sumberlawang ikut menghadiri hajatan yang digelar Juwadi pada Rabu (30/10/2019).

Menurut informasi, Juwadi bersama Suhartini termasuk dalam daftar warga yang diancam boikot oleh warga jika menggelar hajatan pernikahan anak mereka. Meski sudah dilakukan mediasi usai oleh Forkomincam Sumberlawang setelah kejadian yang dialami Suhartini, namun desas-desus akan adanya aksi boikot kembali mencuat saat Juwadi hendak menggelar hajatan.

Sebagian warga tampaknya masih menyimpan rasa jengkel akibat kekalahan calon kepala desa (cakades) yang mereka dukung. Pun untuk memberikan pengertian, Kapolsek Sumberlawang AKP Fajar Nur Ikhsanuddin, sempat mengumpulkan kembali warga pada Rabu (23/10/2019), bertepatan H-7 hajatan pernikahan anak Juwadi.

Kemudian pada hari H, Kapolsek Sumberlawang bersama anak buahnya dan perwakilan Koramil Sumberlawang datang ke acara pernikahan anak Juwadi guna memastikan tidak ada aksi boikot warga jilid II.

“Alhamdulillah acara hajatan berjalan lancar. Saya bersama Pak Wakapolsek, Bhabinkamtibmas, Babinsa Koramil, dan Pj Kades Hadiluwih datang ke acara pernikahan. Situasi kamtibmas aman terkendali dan kondusif,” jelas Fajar kepada Solopos.com-jaringan Suara.com seusai acara.

Setelah kedatangan Kapolsek Sumberlawang beserta perwakilan Koramil, aksi boikot warga terhadap hajatan pernikahan yang digelar Juwadi tidak terjadi. Fajar menjelaskan saat berlangsungnya acara, tamu terlihat ramai berdatangan.

Warga sekitar juga bersedia bergotong royong menyukseskan hajatan pernikahan itu.

“Acara lancar dan aman. Sebagai hiburan kepada warga sekitar, digelar pementasan wayang kulit pada Rabu malam,” kata Fajar.

Sementara itu, warga yang keberatan disebutkan namanya mengungkapkan, masih ada segelintir orang yang awalnya enggan ikut menyukseskan hajatan mantu yang digelar Juwadi.

Namun, kedatangan kapolsek bersama jajarannya dan anggota TNI di acara hajatan nikah tersebut membuat mereka berpikir panjang untuk melakukan aksi boikot jilid II.

“Pada H-2 sudah terdengar kabar hajatan itu akan dihadiri Pak Kapolsek dan perwakilan dari Koramil Sumberlawang. Jadi, aksi boikot itu urung dilakukan, walau pihak tuan rumah juga sudah menyiapkan rewang dari luar kampung sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS