Hingga Empat Hari ke Depan, Homestay di Kawasan Dieng Terisi Penuh

Chandra Iswinarno
Hingga Empat Hari ke Depan, Homestay di Kawasan Dieng Terisi Penuh
Deretan homestay di Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarngara yang mulai dipadati tamu. [Suara.com/Khoirul]

Di luar homestay resmi, muncul penginapan dadakan di rumah-rumah penduduk Dieng.

SuaraJawaTengah.id - Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng mulai dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun baru di Dieng. Tingkat keterisian (okupansi) kamar homestay di Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur Banjarnegara, atau sekitaran Kompleks Candi Arjuna pun mencapai puncaknya alias penuh (full booking) hingga tanggal 4 Januari 2020 mendatang.

Ketua Paguyuban Homestay Dieng Kulon Fortuna Dyah Setyowati mengatakan, okupansai kamar homestay di Desa Dieng Kulon yang tergabung dalam kelompoknya mencapai 100 persen.

"Sudah full booking," katanya.

Dengan demikian, wisatawan yang baru mau memesan homestay di Desa Dieng Kulon saat ini akan kesulitan mendapatkan kamar. Tak kebagian kamar homestay tak lantas membuat wisatawan gigit jari. Di luar homestay resmi, muncul penginapan dadakan di rumah-rumah penduduk Dieng.

Saat kunjungan tinggi dan homestay penuh, masyarakat setempat menangkap peluang dengan menyulap rumah mereka menjadi penginapan. Wisatawan dapat menyewa kamar atau rumah penduduk dengan harga tergantung kesepakatan.

"Kalau rumah penduduk full nya sekitar tanggal 1 Januari, sekarang masih ada kamar," katanya.

Di Desa Dieng Kulon, terdapat 170-an homestay yang terdaftar dalam paguyuban. Di luar yang terdaftar, Fortuna mengaku tak memiliki data. Bukan hanya di Dieng Kulon, homestay juga tersebar di Desa Dieng Wetan dan Desa Sembungan Kecamatan Kejajar, hingga di sepanjang jalur wisata di wilayah Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Objek Wisata Dieng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara Aryadi Darwanto mengatakan, dari pantauan pihaknya, hari ini kondisi lalu lintas di jalur wisata Dieng ramai lancar. Menurutnya, kunjungan wisatawan ke Dieng mulai meningkat sejak tanggal 18 Desember lalu, atau bertepatan dengan musim libur sekolah.

Kunjungan terus meningkat hingga pada Natal, 25 Desember, tercatat 5.600 orang berkunjung ke Candi Arjuna maupun Kawah Sikidang. Menurut Aryadi, kunjungan wisatawan ke Kompleks Candi Arjuna mencapai puncaknya pada Minggu (29/12/2019). Saat itu, objek wisata yang dikelola Pemkab Banjarnegara dikunjungi tujuh ribuan orang. Ia memperkirakan, puncak kunjungan wisatawan ke Dieng akan terjadi pada 1 Januari 2020 atau tahun baru.

"Kemungkinan besok puncaknya (1/1/2020)," katanya.

Cuaca Ekstrem

Di lain sisi, momentum pergantian tahun baru ini bertepatan dengan penghujan. Wisatawan diimbau mewaspadai potensi hujan lebat atau cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan, ada potensi hujan ringan hingga lebat di Dieng pada malam pergantian tahun baru ini (31/1/2020) hingga awal tahun (1/1/2020).

Ia memperkirakan, potensi hujan itu terjadi antara pukul 13.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Hujan yang diperkirakan terjadi berintensitas ringan hingga lebat dan kadang disertai petir. Selain itu, ia menengarai ada potensi angin kencang yang menyertainya.

Pihaknya pun mengimbau wisatawan agar berhati-hati karena kondisi potensi cuaca ekstrem di beberapa daerah, termasuk di wilayah dataran tinggi Dieng, terutama saat siang hingga malam. Ia pun meminta masyarakat selalu memantau update informasi cuaca dari BMKG yang akan membantu mereka mengenali potensi cuaca di lingkungannya.

"Prakiraan dalam beberapa hari ke depan kondisi cuacanya masih sama. Ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, kadang disertai petir dan ada potensi angin kencang," katanya.

Kontributor : Khoirul

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS